Berita Muba
Perampokan Toke Karet di Sungai Lilin Muba, 4 Perampok Masuk Rumah Sandera Korban
Perampokan toke karet terjadi di Sungai Lilin Muba. Pelaku masuk lewat jendela, korbannya ditodong senjata, dipukul dan disandera.
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Aksi perampokan toke karet di Sungai Lilin Musi Banyuasin terjadi Minggu (19/6/2022). Kawanan pelaku berjumlah lebih dari 4 orang menyantroni rumah seorang toke karet bernama Prayitno.
Kejadian perampokan toke karet di Sungai Lilin, Desa Sukadamai Baru terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Dari keterangan korban Hadi merupakan anak Prayitno, pelaku masuk dari salah satu jendela rumah orang tuanya bagian depan sebelah kanan.
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Andi Firdaus dan Kasi Humas AKP Susianto mengatakan modus perampokan toke karet di Sungai Lilin, pelaku masuk rumah korban dengan cara mencongkel jendela.
"Saat itu anak korban Prayitno yang bernama Hadi curiga mendengar suara tangisan anaknya. Waktu ia baru saja masuk kamar karena anaknya menangis, dia mendengar suara orang masuk. Namun dengan cepat pelaku langsung menodongkan pistol ke arah korban,” ujarnya.
Korban Hadi mengaku tangannya langsung diikat ke belakang kemudian salah satu pelaku langsung menanyakan barang berharga. Namun korban menjawab tidak tahu hingga sempat mendapat pukulan. Korban juga sempat disandera.
"Sambil menodongkan senjata pelaku ngomong ke korban, intinya dia datang minta dibagi harta jadi mohon kerjasamanya kalau tidak akan mengancam pakai kekerasan," jelasnya.
Susianto menambahkan, selanjutnya pelaku mengumpulkan korban Hadi dan orangtuanya di sebuah kamar. Para perampok ini langsung mencari barang berharga dan ada yang ditemukan sendiri namun ada pula yang dikasih tahu korban karena diancam.
"Sementara dari pengakuan pemilik rumah Prayitno, ia mengaku baru saja dari kamar mandi dan hendak tidur lagi namun terkejut ketika mendapati ada dua orang bersenjata masuk ke dalam kamarnya," ungkapnya.
Saat itu korban dipaksa duduk kemudian disuruh tiduran tengkurap lalu tangannya diikat dengan tali rafia. Korban mengaku para pelaku beraksi sekitar 20 menit lebih, dan selama itu pula ia hanya tengkurap dilantai.
“Setelah itu para pelaku langsung kabur melalui pintu belakang. Untuk kerugin masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diperkirakan puluhan juta," terangnya.
Kendati demikian, semua penghuni rumah meski berjunlag dua orang yang diikat namun tidak mengalami luka sedikitpun. "Usai menerima laporan, pihak Polsek Sungai Lilin langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan TKP. Kita masih melakukan pendalaman lebih lanut, jadi tunggu dulu ya,”jelansya. (sp/dho)
Baca berita lainnya langsung dari google news.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Perampokan-toke-karet-di-Sungai-Lilin-Muba-korban-ditodong-pistol-dan-disandera.jpg)