Berita Sumsel

Kawal Produk Dalam Negeri, Pemkab OKI Implementasikan Belapengadaan

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M.Dja'far Shodiq hadiri rapat koordinasi nasional pengawasan internal tahun 2022 dengan tema kawal produk

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
Humas Pemkab OKI
Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M.Dja'far Shodiq hadiri rapat koordinasi nasional pengawasan internal tahun 2022 dengan tema kawal produk dalam negeri untuk bangsa mandiri. 

TRIBUNSUMSEL.COM,KAYUAGUNG - Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, H.M.Dja'far Shodiq hadiri rapat koordinasi nasional pengawasan internal tahun 2022 dengan tema kawal produk dalam negeri untuk bangsa mandiri secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.

"Bangsa kita yang besar ini memerlukan energi dan pangan yang besar untuk menghadapi ancaman krisis pangan. Salah satunya dengan penggunaan lahan pangan lokal yang belum produktif untuk dioptimalkan," terang Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan di era banyak ketidakpastian ini kita harus memiliki sense of crisis.

Kerja tidak bisa hanya berkutat di hal makro tetapi harus sampai detail ke level mikro, semua harus dipahami betul.

Baca juga: Sekda OKI Minta Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Berkontribusi Tuntaskan OKI Mandira

"'Guna meningkatan penggunaan produk dalam negeri terdapat tiga syarat utama belanja pemerintah yaitu menciptakan nilai tambah membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri serta berpotensi memperluas lapangan pekerjaan," imbuhnya.

Sebelum tanggal 03 Mei 2022, disampaikan Presiden RI tersebut masih terdapat 46 Pemerintah Daerah yang memiliki katalog lokal, dan setelah adanya Inpres nomor 2 tahun 2022 bertambah menjadi 123 pemda yang memiliki e- katalog lokal.

Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir mengatakan Pemkab OKI melalui Dinas Komunikasi dan Informatika dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di OKI baru jasa melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis transaksi secara digital.

"Pemkab OKI pada prinsipnya siap mendukung penggunaan produk dalam negeri,"ujarnya.

"Salah satu bukti keseriusannya dengan mulai dilakukannya transaksi pengadaan barang secara elektronik bersama pihak ketiga yang menjadi partner program Bela Pengadaan dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah)", tandasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved