Berita PALI

Kabupaten PALI Raih Penghargaan dari Menkes RI, Satu Dekade Bebas Frambusia

Kabupaten Penukal Abab  Lematang Ilir (PALI) berhasil meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI). 

SRIPOKU/REIGAN
Sekda PALI (tengah) menerima penghargaan dari Kemenkes RI mempertahankan 10 tahun bebas frambusia. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yang berusia sembilan (9) tahun, Kabupaten Penukal Abab  Lematang Ilir (PALI) berhasil meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI). 

Penghargaan dari kategori Kesehatan ini diraih lantaran nyaris dalam kurun waktu satu decade terbebas dari Frambusia.

Sekda PALI, Kartika Yanti didampingi Direktur RSUD Talang Ubi, dr. Hj. Tri Fitrianti serta Kadinkes menerima penghargaan dari Kemenkes RI pada peringatan Hari Malaria se-dunia yang dihelat Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Sekda Kabupaten PALI, Kartika Yanti, SH MH yang mewakili Bupati PALI, dalam penerimaan penghargaan dari Kemenkes mengucapkan rasa bangganya karena Kabupaten PALI, bisa menjadi salahsatu kabupaten yang meraih penghargaan Kemenkes RI kategori bebas frambusia.
 
"Alhamdulillah, tentu ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten PALI. Karena, dari seluruh kabupaten kota se Indonesia, hanya 47 kabupaten yang menerima penghargaan tersebut. Untuk di Sumsel sendiri, hanya ada tiga kabupaten," kata ungkap Kartika, Minggu (6/5/2022).

"Terimakasih juga kepada semua tenaga kesehatan serta warga PALI yang turut membantu wilayah Bumi Serepat Serasan bisa terbebas dari frambusia," ujarnya.

Baca juga: Tingkatkan PAD dari Pajak, Sekda PALI Kartika Yanti Dialog Sosialisasikan Pentingnya Bayar PBB

Sementara, dr H Tri Fitri menambahkan, bahwa penghargaan tersebut berupa sertifikat. Dengan ini, artinya Kemenkes RI tidak menemukan adanya frambusia di Bumi Serepat Serasan selama 10 tahun." terangnya. 

Diketahui Frambusia merupakan Infeksi bakteri kronis yang memengaruhi kulit, tulang, dan tulang rawan. 

Frambusia paling sering memengaruhi anak-anak di daerah tropis Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Frambusia menyebar melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi. (SP/REIGAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved