Berita OKI

Sudah 50 Tahun Nursidah Geluti Kerajinan Gerabah di Kayuagung OKI

Kerajinan Gerabah dapat di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Nursidah man'ek (63) saat sedang membuat kerajinan gerabah dirumahnya di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Minggu (29/5/2022) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG- Banyak masyarakat di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir menekuni usaha kerajinan gerabah .

Konon, kemampuan membuat kerajinan gerabah di wilayah ini  sudah ada sejak masa Kerajaan Sriwijaya yang diwariskan turun temurun. 

Di sini juga masih terdapat puluhan orang yang membuat kerajinan gerabah.

Rata-rata usaha kerajinan gerabah adalah usaha warisan dari orang-orang tua mereka. 

"Masih ingat sejak usia 17 tahun saya sudah diajarkan orangtua untuk membuat kerajinan gerabah. Kalau dihitung kurang lebih 50 tahun yang lalu," ujar Nursidah man'ek (63) saat ditemui disela-sela pembuatan gerabah, Minggu (29/5/2022) sore.

Olahan kerajinan yang terbuat dari tanah liat dan campuran pasir ini dapat dijadikan kendi, tabung uang, gentong, tuyu, kran atau tungku, singkup atau kekap, tutup anglu dan sebagainya. 

"Total ada sekitar 10 jenis kerajinan yang bisa dibuat. Biasanya keluarga besar secara bersama-sama mengisi waktu di siang hari untuk membuatnya," ungkapnya.

Menurutnya setiap minggunya bisa menghasilkan 150 - 200 gerabah kering siap jual. Dengan harga jual kepada pengepul atau Agen yang berbeda-beda.

"Karena belum matang jadi harga jual mainan anak-anak seperti ulekan, tungku masak dan kuali masing-masing Rp 1.000 rupiah," 

"Sedangkan untuk tungku besar harga jual Rp 7.000, ulekan besar Rp 1.000, tukat (tutup untuk buat bolu) Rp 1.200, bolong untuk tutup alat masak Rp 1.000," ucap wanita asli Kedaton.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa pendapatan yang diperoleh para pengrajin tidak menentu. Tergantung cuaca panas (proses penjemuran).

"Kemarin baru dibeli pengepul sebanyak 200 gerabah dengan total uang yang diterima Rp 250.000. Jadi kalau dihitung pendapatan perhari hanya Rp 25.000 - 40.000," tambahnya.

Dijelaskan untuk proses pembuatan kerajinan tangan ini cukup panjang, mulai persiapan untuk pembelian tanah liat dan pasir.

Lalu tanah tersebut di lebarkan di meja dan ditaburi dengan pasir diatasnya.

Setelah itu barulah tanah dan pasir itu di tumpuk sampai merata dan di injak-injak pakai kaki sampai merata dan proses terakhir yaitu pembentukan berbagai jenis gerabah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved