Berita Muratara

Hendak Melayat Sekeluarga Asal Muratara Kecelakaan di Jalintim Km 28 Sembawa Banyuasin, 1 Tewas

Hendak melayat sekeluarga asal Muratara kecelakaan di Jalintim Km 28 Sembawa Banyuasin.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
DOKUMENTASI WARGA
Mobil Suzuki APV BD 1728 K milik warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, tampak terbalik setalah bertabrakan dengan truk di Jalan Lintas Timur Palembang Betung Km 28 Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (24/5/2022) sekira pukul 05.00 WIB. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Hendak melayat sekeluarga asal Muratara kecelakaan di Jalintim Km 28 Sembawa Banyuasin.

Satu orang korban tewas pada musibah kecelakaan di Banyuasin yang terjadi Selasa (24/5/2022) kemarin.

Informasi dihimpun, mobil Suzuki APV yang bertabrakan dengan truk di Jalan Lintas Timur Palembang Betung KM 28 pada Selasa (24/5/2022) sempat dikira asal Bengkulu.

Mobil silver tersebut bernomor polisi BD 1728 K.

Mobil APV yang bertabrakan dengan truk bermuatan bahan bangunan itu membawa satu keluarga hendak melayat kerabat di Lampung.

Mereka berasal dari Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

"Iya mereka warga kami, yang kejadian di Sembawa (Banyuasin) kan, iya betul warga kami, mereka satu keluarga," kata Kepala Desa Pauh, Aziz, dihubungi TribunSumsel.com, Rabu (25/5/2022) malam.

Dari Desa Pauh, mereka berangkat berlima yakni Iwan sebagai sopir, Dzabirin alias Saperin pemilik mobil APV, serta Novi, Sari dan Sutri.

Mereka hendak melayat ke Provinsi Lampung karena ada kerabat Dzabirin yang meninggal dunia.

"Mereka mau ke Lampung, ada keluarga Saperin meninggal. Saperin, Novi, Sari, sama Sutri itu satu keluarga (inti) warga Desa Pauh, kalau Iwan sopirnya itu masih keluarga juga tapi tinggal di Desa Pauh I," beber Aziz.

Mereka berangkat ke Lampung pada Senin (23/5/2022) sekira pukul 19.00 WIB.

Pagi Senin itu, mobil APV tersebut sempat dibawa oleh Iwan ke Kota Lubuklinggau.

"Iwan ini sopir tetap mobil Saperin itu, mobil APV itu sehari-hari dibawa neravel, travel Pauh-Linggau, pagi itu dia neravel dulu ke Linggau, nah setelah pulang dari Linggau itu, berhubung ada keluarga Saperin meninggal di Lampung jadi mereka berangkat ke Lampung," kata Aziz.

Namun nahas, di lokasi kejadian, kendaraan mereka bertabrakan dengan truk bahkan sampai terbalik dengan kondisi ringsek parah.

Atas kecelakaan tersebut, Iwan sebagai sopir meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved