Berita Nasional
Bongkar Kedekatan Luhut dengan Mafia, PDIP Marah Besar Usai Jokowi Tunjuk Luhut Urus Minyak Goreng
Deddy menganggap, penunjukan Luhut Binsar Panjaitan (LBP), untuk mengurusi polemik minyak goreng, tidaklah tepat.
TRIBUNSUMSEL.COM - Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya benar-benar menjadi orang kepercayaan Presiden Jokowi.
Sejumlah tigas kerap diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) ini.
Kini yang terbaru, Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui, Presiden Joko Widodo kembali memberikan tugas baru kepada Luhut Binsar Panjaitan.
Meski menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), namun Luhut diberikan tugas baru urus minyak goreng.
Padahal urusan minyak goreng tersebut disebut seharusnya diurus oleh menteri Perdagangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Menteri yang dujuluki Menteri segala urusan tersebut juga menyatakan siap untuk mengurus minyak goreng.
Luhut ditunjuk setelah Jokowi memutuskan untuk mencabut larangan ekspor bahan dan minyak goreng.
Namun penunjukan Luhut untuk mengurusi polemik minyak goreng ternyata menuai protes dari sejumlah pihak.
Salah satunya adalah politikus PDI-P Deddy Yevri Sitorus.
Deddy menganggap, penunjukan Luhut Binsar Panjaitan (LBP), untuk mengurusi polemik minyak goreng, tidaklah tepat.
Deddy menyebut Luhut sudah banyak pekerjaan sebagai menteri koordinator.
Apalagi polemik minyak goreng ini merupakan domain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan jajaran.
"Selain menambah beban kerja LBP yang sudah menumpuk, penunjukan itu juga dari sisi waktu hanya akan membuat Luhut seperti satu-satunya solusi pemerintahan dan berpotensi menimbulkan disharmoni dalam kabinet,” ujar Deddy lewat keterangan pers, Selasa (24/5/2022).
Anggota Komisi VI DPR RI ini kemudian mengatakan, penunjukan ini problematik karena Luhut dikenal dekat dengan figur-figur yang saat ini bermasalah hukum dalam kasus minyak goreng.