Liputan Khusus Tribun Sumsel

LIPSUS: Semua Rumah Sakit Jadi Rujukan, Waspada Hepatitis Akut (2)

Dinkes Sumsel mengimbau Fasyankes di Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel agar siap melayani masyarakat jika ada gejala-gejala Hepatitis akut.

Editor: Vanda Rosetiati
TANGKAP LAYAR
Liputan khusus Tribun Sumsel hepatitis akut. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel agar siap melayani masyarakat jika ada gejala-gejala Hepatitis akut.

"Semua rumah sakit harus siap jadi rujukan. Fasyankes di Kabupaten/Kota diimbau siap melayani masyarakat jika ada gejala-gejala Hepatitis akut," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Sabtu (7/5).

Menurutnya, sesuai edaran nomor HK.02.02/C/2515/2022, tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Surat edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas
pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) Kesehatan, dan
para pemangku kepenting terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis akut.

"Untuk jejaring kesehatan, Dinkes Kabupaten/Kota, Fasyankes baik rumah sakit, Puskesmas, Labkes, KKP, agar melaksanakan edaran dari Kemenkes yaitu melakukan pemantauan dan melaporkan jika ada terindikasi kasus tersebut," katanya.

Menurutnya, perlu juga meningkatkan surveilen, membantu agar segera diketahui penyebab Hepatitis dan meningkatkan kegiatan terkait respon SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) yang merupakan suatu sistem yang dapat memantau perkembangan trend suatu penyakit menular.

"Kepada masyarakat, diimbau jangan panik, tapi tetap waspada. Untuk itu pahami gejalanya, dan pahami apa yang harus dilakukan," katanya

Lesty menjelaskan gejalanya seperti mual, muntah, diare berat, demam ringan, sedangkan gejala lanjutannya air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Kemudian warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang hingga menurunnya kesadaran.

"Masyarakat diharapkan mengetahui gejala-gejala Hepatitis akut yang belum diketahui pasti penyebabnya dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada yang menunjukkan gejala-gejalanya," katanya

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada empat langkah penting penanganan Hepatitis akut pertama waspadai gejala awal seperti diare, mual, muntah, sakit perut, dan dapat disertai demam ringan.

Kedua, jika muncul gejala awal jangan panik. Segera bawa pasien ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.

Ketiga, jangan menunggu gejala lanjutan seperti kulit dan mata kuning, agar tidak terlambat dan keempat, jika terjadi penurunan kasadaran segera bawa pasien ke rumah sakit dan fasilitas ICU anak.

"Untuk pencegahannya maka terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terapakan Protokol Kesehatan (Prokes), jaga kebersihan lingkungan, jangan tukar menukar alat makan, dan makan makanan yang pasti kebersihannya. Hindari kerumunan, dan jaga kesehatan supaya tetap kuat," katanya

Lalu bagaimana cara mencegah anak agar terhindar dari Hepatitis akut, agar saluran cerna aman maka rutin cuci tangan dengan sabun, pastikan makanan yang akan dikonsumsi dalam keadaan matang dan bersih. Tidak bergantian alat makan dengan yang lain, hindari kontak dengan orang yang sakit, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Untuk saluran napas, kurangi mobilitas dan gunakan masker jika berpergian. Jarak dengan orang lain, dan hindari kerumunan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved