Lebaran Ketupat 2022
Makna Lebaran Ketupat Bagi Orang Jawa, Dirayakan Seminggu Setelah Idul Fitri
Makna Lebaran Ketupat Bagi Orang Jawa, Dirayakan Seminggu Setelah Idul Fitri, Lebaran Ketupat 8 Syawal 1443H jatuh pada hari Senin, 9 Mei 2022.
Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Lebaran ketupat diselenggarakan pada hari kedelapan bulan Syawal bagi yang telah melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari.
Diketahui pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada tanggal 2 Mei 2022.
Adapun Tradisi Lebaran Ketupat 8 Syawal 1443H jatuh pada hari Senin, 9 Mei 2022.
Baca juga: Pemerintah Himbau PNS dan Karyawan Perusahaan Swasta Untuk WFH Seminggu Mulai 9 Mei 2022, Alasannya
Baca juga: Rekap Hasil Piala Thomas 2022 : Indonesia Comeback Usai Anthony Ginting Takluk di Laga Perdana
Makna Lebaran Ketupat
Melansir dari Tribun Jateng makna Lebaran Ketupat Bagi Orang Jawa', secara filosofi dalam bahasa Jawa, kata ' ketupat' atau 'kupat' artinya 'mengaku lepat' (mengakui kesalahan) dan 'laku papat' (empat tindakan).
Prosesi ini identik dengan acara sungkeman anak ke orang tua, yang menandakan permohonan maaf anak dan bukti bahwa anak menghormati orang tua.
Permohonan maaf juga diajukan kepada kerabat serta tetangga.
Simbol permohonan maaf itu dilakukan dengan membawa ketupat sebagai simbol memaafkan dan mengikhlaskan.
Oleh karenanya, jika berkunjung ke rumah keluarga, kerabat, dan tetangga dengan membawa ketupat diharapkan permohonan maaf dapat diterima.
Dilansir dari Kompas.com artikel 'Makna di Balik Ketupat yang Berbentuk Persegi Empat', menurut sejarawan dari Universitas Padjajaran Bandung, Fadly Rahman, bentuk ketupat yang persegi empat berkaitan dengan bahasa Austronesia.
"Kupat kalau dalam bahasa Austronesia turunan dari kata 'epat' yang artinya empat. Kalau kita melihat ketupat, bentuknya persegi dan memiliki empat sudut," kata Fadly.
Jika diamati dengan seksama, bentuk ketupat memang persegi panjang meski telah mengalami berbagai modifikasi.
Bukan tanpa alasan, bentuk persegi empat ternyata memiliki makna lain.
Menurut Fadly, bila mengacu pada pra-Islam, bentuk empat sisi atau sudut ketupat berhubungan dengan empat penjuru mata angin.
Pada masa Islam, Sunan Kalijaga memberikan sentuhan makna lain.