Berita Prabumulih

82 Calon Jamaah Haji Prabumulih Terancam Batal Berangkat, Ini Sebabnya

Sebanyak 82 Calon Jamaah Haji Prabumulih terancam batal berangkat. Hal itu diungkapkan Kakan Kemenag Kota Prabumulih H Yeri Taswin.

Tayang:
Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDISON
Sebanyak 82 Calon Jamaah Haji Prabumulih terancam batal berangkat. Hal itu diungkapkan Kakan Kemenag Kota Prabumulih H Yeri Taswin, Kamis (5/5/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sebanyak 82 Calon Jamaah Haji Prabumulih terancam batal berangkat.

Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi jumlah jamaah haji tahun ini (2022) yang hanya 1 juta jamaah, berdampak pada pengurangan calon jamaah haji (CJH) Indonesia termasuk asal Kota Prabumulih.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Prabumulih, H Yeri Taswin kepada sejumlah wartawan ketika diwawancarai belum lama ini.

"Untuk kita di Kota Prabumulih semenjak penundaan tahun 2020, jumlah jamaah kita hanya 256 orang yang mempunyai hak untuk berangkat sesuai dengan nomor porsinya," jelas Yeri Taswin.

Namun lanjut Yeri, karena ada pengurangan dimana Indonesia hanya diberikan kuota 100.051 orang berarti ada 50 persen pengurangan jamaah haji Indonesia dan akhirnya jemaah haji kota Prabumulih setelah dibagi oleh kementerian agama sesuai kuota maka hanya berangkat 115 orang.

"Dari 115 orang jamaah yang berhak berangkat itu sudah ada yang mengajukan penundaan keberangkatan. Namun secara otomatis jamaah yang mengundurkan diri digantikan oleh porsi yang dibawahnya jadi tetap 115 orang yang berangkat," katanya.

Baca juga: PTKAI Tambah Jadwal LRT Palembang, Ada 116.622 Penumpang Naik LRT Selama Periode Lebaran

Yeri menuturkan, mengenai jumlah jemaah yang tidak dapat berangkat haji karena faktor usia diatas 65 tahun jumlahnya sebanyak 82 orang.

"Karena ada peraturan Pemerintah Arab Saudi usia diatas 65 tahun ditunda keberangkatannya, kita ada 82 orang," tuturnya.

Ditanya apa alasan pemerintah arab saudi membatasi usia jemaah haji tersebut, Yeri mengaku hal itu dikarenakan untuk menyelamatkan nyawa jemaah itu sendiri.

"Kita ketahui aktifitas jemaah haji itu aktifitas fisik dan pemerintah arab saudi juga masih mengkhawatirkan, karena belum sepenuhnya negara-negara di dunia ini terbebas dari virus corona. Untuk itu untuk mengantisipasi, mengatur jarak dan memberikan pelayanan yang maksimal maka pemerintah arab saudi membatasi jumlah jemaah haji tahun ini," tambahnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved