Berita Muara Enim

Buntut 2 Orang Tewas, Inspektur Tambang Minta PT MME Stop Selama Investigasi

Pasca kecelakaan kerja menyebabkan 2 orang Tewas, Inspektur Tambang Minta PT MME Stop Seluruh Kegiatan Selama Investigasi

Tayang:
SRIPOKU/ARDANI
Lokasi Kecelakaan Kerja yang menyebabkan dua pekerja tewas terjatuh dan meninggal dunia di areal tambang PT Menambang Muara Enim (MME), Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (14/4/2022) 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,-Pasca kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggalnya dua pekerja CV Galang Spider Computer, vendor PT Ulima Nitra (UN) saat melakukan pembongkaran tower Radio Repeater milik (PT UN) di area PT MME, Komisi IV DPRD Sumsel  meminta seluruh kegiatan tambang PT MME untuk di stop sementara selama proses investigasi dari Kepala Inspektur Tambang (KIT),Senin (18/4/2022).

Hal terungkap pada saat rapat Komisi IV DPRD Sumsel yang dipimpin oleh Muhamad F. Ridho dan dihadiri oleh PT MME, Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM, Dinas ESDM Provinsi, Dinas DLH Provinsi, dan koordinator Inspektur Tambang Wilayah Sumsel, intinya meminta klarifikasi PT MME dan menghentikan sementara seluruh aktivitas PT Manambang Muara Enim (MME) selama proses investigasi dari Kepala Inspektur Tambang (KIT).

Hal ini menindaklanjuti kecelakaan kerja yang menimpa pekerja CV Galang Spider Computer, vendor PT Ulima Nitra (UN) saat melakukan pembongkaran tower Radio Repeater milik (PT UN) di area PT MME.

Sedangkan M Zaki yang mewakili Kepala Inspektur Tambang menyampaikan bahwa usai mendapat informasi kejadian tersebut pihaknya melakukan komunikasi dengan pihak PT MME.

Dan sejak hari Jumat tanggal 15 April 2022, Kepala Inspektur Tambang telah memerintahkan agar PT MME menghentikan semua kegiatan operasionalnya dan langsung menurunkan 2 orang Inspektur Tambang untuk melakukan investigasi terhadap kejadian kecelakaan yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia tersebut.

Sementara itu, Dedi Kurniawan, selaku CSR dan Exsternal Relations manajer PT MME, menyampaikan kepada Komisi IV DPRD Sumsel bahwa kurang dari 24 jam setelah kejadian tersebut PT MME langsung membuat laporan awal kejadian kepada Kepala Inspektur Tambang dan sesuai dengan perintah Inspektur Tambang.

Dan PT MME langsung menghentikan semua kegiatan sejak tanggal 15 April 2022 hingga sampai hari ini tanggal 18 April 2022.

Dikatakan Dedi, berdasarkan laporan awal kejadian, bahwa pihak CV Galang Spider Computer tidak memiliki izin masuk dan bekerja di area PT MME. Pekerja CV Galang Spider Computer masuk ke area PT MME memanfaatkan Surat Izin Keluar Barang yang diberikan PT MME kepada PT UN dan mereka mengaku dari PT UN.

Baca juga: Korban Tower Ambruk di Muara Enim Tinggalkan Anak yang Masih Kecil, Berharap Perusahaan Beri Bantuan

Oleh sebab itu mereka diizinkan masuk oleh petugas security PT MME.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa diduga Tower Radio Repeater milik PT Ulima Nitra (UN) bagian atas ambruk, sehingga menyebabkan dua pekerja CV. Galang Spider Computer yang merupakan sub kontraktor PT UN yakni atas nama Arifin (36) dan
Muhammad Yusuf Wahyudin (44) warga Palembang, tewas terjatuh dari ketinggian di areal tambang PT Menambang Muara Enim (MME), Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (14/4/2022)  sekitar pukul 14.25 WIB. (SP/ARDANI)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved