Rusia Invasi Ukraina

Jenderal Rusia Kuak Pasukan Ditangkap Disiksa dan Intimidasi Secara Kejam Ukraina, Video Beredar

"Rusia memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa anggota Angkatan Bersenjata Rusia yang ditahan sebagai tawanan perang tidak baik-baik saja," kata Mi

Editor: Moch Krisna
(AFP)
Tentara Ukraina mencari mayat di puing-puing di sekolah militer yang terkena roket Rusia sehari sebelumnya, di Mykolaiv, Ukraina selatan, pada 19 Maret 2022. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tentara Rusia ditangkap diduga jadi korban penyiksaaan pasukan ukraina.

Hal ini menyusul beredarnya video yang dinyatakan sebagai penyiksaan tentara Rusia oleh tentara Ukraina.

Video tersebut sempat viral, namun dinilai telah diabaikan oleh media dan masyarakat global.

Dilansir TribunWow.com dari TASS, Kamis (7/4/2022), pernyataan tersebut disampaikan Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, kepala Markas Koordinasi Gabungan Rusia untuk Respon Kemanusiaan di Ukraina.

"Rusia memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa anggota Angkatan Bersenjata Rusia yang ditahan sebagai tawanan perang tidak baik-baik saja," kata Mizintsev.

Menurut pejabat yang juga kepala Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia itu, beredar bukti tentara Rusia mengalami penyiksaan di tahanan.

Dikatakan bahwa Ukraina mengadopsi cara penyiksaan seperti pada Perang Dunia Kedua.

 Namun, ia menyayangkan dunia memilih tutup mata pada video yang dikatakan telah tersebar ke dunia maya tersebut.

"Selain itu, telah dipastikan bahwa anggota layanan Rusia menjadi sasaran penyiksaan, kekerasan dan intimidasi, yang dalam ketidakmanusiawian mereka meniru tindakan regu kematian selama Perang Dunia Kedua," kata Mizintsev.

"Semua ini dipublikasikan secara luas di Internet dan di media massa. Sayangnya, fakta-fakta keterlaluan ini tetap tidak diperhatikan oleh masyarakat global, termasuk PBB, OSCE dan ICRC,” tegasnya.

Diketahui, saat ini pemerintah Rusia menyatakan tengah melakukan penyelidikan terkait beredarnya sebuah video penyiksaan tentara Rusia oleh tentara Ukraina.

Di dalam video tersebut ditampilkan para tentara Rusia yang telah menjadi tahanan perang disiksa secara sadis hingga ada yang tewas saat diinterogasi.

Komite Investigatif Rusia menyatakan, video tersebut beredar luas di dunia maya.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, saat ini Kepala Komite Investigatif Rusia, Alexander Bastrykin mengatakan tengah mengumpulkan segala bukti yang terkait dengan insiden tersebut.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved