Berita Lubuklinggau

Kelurahan Cereme Tabah Lubuklinggau Termiskin se-Indonesia, Begini Respon Warga

Kelurahan Cereme Tabah Lubuklinggau Termiskin se-Indonesia, begini respon warga. 

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Kelurahan Cereme Tabah Lubuklinggau Termiskin se-Indonesia, begini respon warga. Mereka Kelurahan Cereme Tabah, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel, Pemkot Lubuklinggau Sumsel memasang spanduk. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kelurahan Cereme Tabah Lubuklinggau Termiskin se-Indonesia, begini respon warga. 

Mereka warga Kelurahan Cereme Tabah, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel, melakukan aksi protes kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau Sumsel.

Selasa (5/4/2022) malam warga memasang spanduk bertuliskan selamat datang bapak Wali Kota dan Muspida Kota Lubuklinggau di Jalan Cereme Dalam Tertinggal, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Jambi.

Spanduk tersebut dipasang warga di tiga titik, dua dipasang di jalan lingkungan RT 07 dan satu lagi di pasang di perbatasan RT 05 dan RT 10 Kelurahan Cereme Tabah.

Namun, spanduk tersebut tidak bertahan lama karena pihak kecamatan bersama dengan pihak kelurahan langsung turun ke lapangan melepas spanduk tersebut.

Jajad Sani warga setempat mengatakan, spanduk tersebut mereka pasang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah Kota Lubuklinggau terkait adanya pemberitaan Kelurahan Cereme Tabah termiskin se-Indonesia.

"Kita baca di koran menyebutkan Kelurahan Cereme Tabah termiskin se-Indonesia, padahal kenyataannya mungkin kita ini paling maju mungkin se- Kota Linggau," ungkapnya Tribunsumsel.com, Rabu (6/4/2022).

Namun, kenyataan di lapangan jalan lingkungan di Kelurahan Cereme Tabah ini tak pernah diperbaiki, banyak jalan lingkungan rusak dan bahkan, ada yang nyaris putus.

"Keluhan kami cuma jalan, kami ingin menunjukkan 10 tahun lebih jalan kami tidak pernah diperbaiki, kalau ngukur jalan itu hampir 10 kali, tapi ternyata anggaran pindah tempat lain," ujarnya.

Karena ada isu dinyatakan termiskin se- Indonesia ini pihaknya ingin menunjukkan bahwa masyarakat sudah lama menunggu dan ingin jalan segera diperbaiki.

"Jadi ini momennya, karena ada isu kami dinyatakan termiskin, kami menuliskan daerah Karang Jaya (Muratara), karena jalan Karang Jaya sudah mulus, itu kata-kata sindiran untuk pemerintah, karena kami seperti anak tiri tidak dianggap sebagai warga Lubuklinggau," ungkapnya.

Sementara, Camat Lubuklinggau Timur II Aris Garnida Husein menyampaikan telah mendengar keluhan warga, warga memasang spanduk tersebut sebagai bentuk protes jalan rusak.

"Masalah jalan, sebenarnya jalan itu sudah di cek Pak Wali langsung, di upayakan bisa terealisasikan tahun ini," ungkapnya.

Namun, menurutnya setiap usulan itu tidak serta-merta langsung di terima karena pembangunan jalan ini membutuhkan anggaran yang sangat besar.

"Butuh proses tidak sekarang langsung dibangun langsung jadi tidak, proses ada tahapan-tahapannya, kalau masalah lelang yang tau DPUPR," ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved