Berita Viral

Cara Mengatasi BAB Lancar Saat Puasa, Problem Banyak Orang

Buang air besar (BAB) tidak teratur bagi orang berpuasa sangat sering terjadi. Biasanya rutin tiap pagi 'setoran', di bulan puasa ini jarang terjadi

ILUSTRASI 

TRIBUNSUMSEL.COM - Buang air besar (BAB) tidak teratur bagi orang berpuasa sangat sering terjadi.

Biasanya rutin tiap pagi 'setoran', di bulan puasa ini jarang terjadi bahkan bisa tiga hari sekali.

Saat berpuasa, tidak jarang ada yang mengalami kesulitan untuk buang air besar (BAB).

Hal ini tentu membuat segala aktivitas terasa kurang nyaman untuk dijalani dan BAB menjadi menyakitkan.

Lalu, apakah penyebab sulit BAB saat berpuasa, dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya?

Ahli gizi, Dr dr Tan Shot Yen mengatakan bahwa penyebab seseorang yang sedang berpuasa kerap alami kesulitan BAB karena kurangnya cairan atau air minum.

"Kekurangan cairan atau air minum bisa menjadi penyebab sembelit. Itu sebabnya, saat berbuka, yang terbaik adalah rehidrasi dengan air," ujar Tan saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/4/2022).

Tan mengatakan, berbuka dengan minum air putih atau air mineral lebih mudah diserap oleh tubuh ketimbang jenis minuman lainnya.

"Begitu pula saat sahur menjelang imsak. Mencicil kebutuhan air hingga 7-8 gelas dalam 24 jam dimungkinkan sekali," lanjut dia.

Sembelit atau konstipasi adalah salah satu keluhan yang cukup sering dialami banyak orang saat berpuasa.

Kondisi seseorang yang mengalaminya yakni adanya gejala hambatan gerak sisa makanan di saluran pencernaan, sehingga BAB tidak bisa lancar atau teratur.

Dalam kondisi normal, setiap 24 jam, usus besar akan dikosongkan secara periodik.

Artinya, mereka yang mengalami sembelit yakni tidak bisa BAB selama dua hari atau lebih. 

Sementara itu, Tan menjelaskan bahwa cara mudah untuk mencegah sembelit yakni dengan mengonsumsi sayur dan buah.

"Sayur dan buah ada kontributor penting untuk mencegah sembelit," ujar Tan.

Sebab, serat tidak larut dalam buah dan sayur merupakan prebiotik yang akan menyehatkan probiotik normal dalam usus besar dan berpengaruh pada rutinitas BAB dan juga imunitas.

Karena sembelit saat berpuasa bisa dikarenakan kurangnya asupan cairan, Tan juga memaparkan waktu kapan saja bagi kita agar tetap terhidrasi dengan baik. Ini rincian waktu mengonsumsi air putih saat puasa

1 gelas saat berbuka puasa

2 gelas saat makan setelah sholat maghrib

2 gelas setelah sholat tarawih

1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur

2 gelas setelah makan sahur sebelum imsak. 

Saat berpuasa, sebagian orang cenderung akan menahannya hingga buka puasa, karena BAB di pagi atau siang hari dinilai membuat tubuh menjadi lemas.

Mengenai hal itu, Tan mengatakan bahwa hal itu keliru.

Ia pun menyarankan untuk melakukan BAB saat sahur agar jika sudah mules tidak mengganggu jam tidur.

Kemudian, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang berpuasa untuk menghindari asupan gula, garam, dan lemak berlebih karena bisa mengganggu keseimbangan probiotik usus.

Menurutnya, gula yang ada di dalam kemasan jus, cemilan dapat menghambat respons sel darah putih, bahkan jika gula darah tinggi bisa merusak keseimbangan bakteri usus yang mengubah respons imun.

Akibatnya, orang tersebut lebih mudah terpapar infeksi.

Sedangkan, produk tinggi garam juga menghambat fungsi normal imunitas dan memperburuk kondisi penyakit autoimun.

Artikel ini telah tayang di Kompas

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved