Berita Internasional

Presiden Vladimir Putin Beri Instruksi Siaga Tinggi & Siapkan Senjata Nuklir, Kesabaran Rusia Habis

Baru-baru ini, Rusia bahkan menyatakan siap menggunakan senjata nuklir pada kondisi tertentu.

Editor: Slamet Teguh
(Sky News)
Presiden Vladimir Putin Beri Instruksi Siaga Tinggi & Siapkan Senjata Nuklir, Kesabaran Rusia Habis 

TRIBUNSUMSEL.COM - Situasi kini masih terus memanas di Ukraina.

Hal tersebut tak lepas karena serangan Rusia ke Ukraina.

Kini, sejumlah kejadian barupun berlangsung.

Memasuki hari ke-28 invasi, militer Rusia mulai merasa gerah dengan perlawanan yang dilakukan Ukraina.

Baru-baru ini, Rusia bahkan menyatakan siap menggunakan senjata nuklir pada kondisi tertentu.

Pernyataan Rusia sejalan dengan kekhawatiran bangsa barat bahwa konflik di Ukraina akan memicu terjadinya perang nuklir.

Apalagi, perang yang telah berlangsung hampir empat pekan belum menunjukan tanda-tanda adanya gencatan senjata.

Juru bicara Kremlin, Peskov mengatakan keamanan dalam negeri bersifat terbuka untuk publik.

“Kami memiliki konsep keamanan dalam negeri dan bersifat publik, Anda dapat membaca semua alasan penggunaan senjata nuklir.

Jadi jika itu adalah ancaman eksistensial bagi negara kami, maka arsenal nuklir dapat digunakan sesuai dengan konsep kami,” ujarnya.

Meski begitu, Rusia tidak menjelaskan lebih lanjut kondisi seperi apa yang membuat para militernya khawatir.

Putin, bulan lalu telah memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk siaga tinggi.

Sejalan dengan perintah tersebut, kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada 28 Februari bahwa pasukan rudal nuklirnya dan armada utara dan Pasifik telah ditempatkan untu tempur yang ditingkatkan.

Baca juga: Presiden Volodymyr Zelensky Sebut Rusia Ingin Jajah Eropa Lewat Ukraina Sebagai Gerbang Masuk

Baca juga: Selamat dari Pembantaian Holocaust Nazi, Pria 96 Tahun Kini Tewas dalam Serangan Rusia ke Ukraina

Sementara itu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan pada 14 Maret bahwa “prospek konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, sekarang kembali ke ranah kemungkinan”.

Komentar juru bicara Kremil sebenarnya muncul usai tuduhan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang memperingatkan bahwa Putin sedang mempertimbangkan untuk memakai senjata kimia dan biologi di Ukraina.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved