Berita Nasional
Akhirnya Jokowi Ungkap Makna dan Nilai Luhur Ritual Kendi Nusantara, Tak Sembarangan
Satu per satu gubernur atau yang mewakili dari 34 provinsi memasukkan tanah dan air dari daerahnya masing-masing.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga berterima kasih kepada lembaga tinggi negara yang mendukung pembangunan IKN Nusantara.
Jokowi berharap restu Allah pada akhir pidato usai Ritual Kendi Nusantara.
"Semoga hidayah dan barokah dari Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran kita membangun Ibu Kota Nusantara ini," harapnya.
Baca juga: Cerita di Balik Anies Baswedan Bawa Tanah Kampung Akuarium ke IKN, Ada Emak-emak yang Mencangkul
Baca juga: Rasanya Berkemah di Lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Presiden Jokowi : Udara Sejuk, Cuaca Cerah
Anis Masukkan Tanah Bekas Gusuran Ahok
Saat prosesi memasukkan tanah dan air dari 34 provinsi, DKI Jakarta menjadi yang pertama.
Mengenakan seragam dinas cokelatnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan tanah yang dibawanya menggunakan keranjang hijau..
Lantas Jokowi yang menerimanya memasukkan buah tangan Anies ke dalam kendi besar itu.
Begitupun air yang dibawa Anies dari jakarta.
Jika Jokowi memiliki nilai luhur dalam inisiasinya membuat Ritual Kendi Nusantara, Anies juga memiliki falsafahnya tersendiri atas tanah yang ia bawa.
Anies Baswedan memilih tanah Kampung Akuarium, Jakarta Utara untuk dibawa ke IKN Nusantara.
Hal itu diungkapkan Anies Baswedan dalam unggahannya di instagram pribadinya (@aniesbaswedan).
Dalam unggahan itu, Anies mengunggah sebuah video singkat yang memperlihatkan emak-emak tengah mencangkul tanah Kampung Akuarium.
"Pagi ini, rakyat kebanyakan yaitu ibu-ibu warga Kampung Aquarium, di pesisir Jakarta Utara mencangkul dan mengumpulkan tanah untuk dibawa oleh Gubernur DKI Jakarta ke IKN," tulis Anies dalam unggahannya itu, Senin (14/3/2022).
Orang nomor satu di DKI ini menjelaskan, tanah di Kampung Akuarium dipilih sebagai simbol dan harapan agar pembangunan IKN tidak mengabaikan rakyat kecil.
Menurutnya, warga Kampung Akuarium ini adalah gambaran rakyat kecil yang tergusur, namun bisa kembali menata hidup mereka lagi.