Berita Nasional
Partai Demokrat Marah Besar Usai Ruhut Sitompul Menyerang Ibas Karena Menggelar Pasar Murah
Ibas membantu masyarakat yang kesulitan menjdapatkan minyak goreng menjadi sorotan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok.
Namun, beberapa waktu ini, minyak goreng sangat susah dicari.
Sejumlah pihakpun mencoba membantu masyarakat.
Aksi anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas membantu masyarakat yang kesulitan menjdapatkan minyak goreng menjadi sorotan.
Ibas diketahui mengadakan operasi pasar murah di Ngawi, beberapa waktu lalu.
Aksinya tersebut justru mendapat tudingan negatif dari politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul.
Menyikapi hal itu, Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Yan Harahap mengatakan Ruhut Sitompul sepatutnya tidak mencerca upaya Ibas membantu kesulitan masyarakat.
Yan pun menilai sikap Ruhut sebagai sebuah keanehan.
"Aneh. Ada wakil rakyat yang sedang reses, membantu rakyat yang diwakilinya atau konstituennya, karena sedang kesulitan mendapatkan minyak goreng akibat tata kelola yang amburadul oleh pemerintah, kok malah terlihat tidak senang. Bukan kah harusnya Ruhut atau siapa pun itu ikut senang ada rakyat yang terbantu? Kok malah mencerca dengan tuduhan negatif?," kata Yan, dalam keterangannya, Minggu (13/3/2022).
Baca juga: Pentolan Demokrat Sebut Lingkaran Istana Dibalik Keinginan Penundaan Pemilu 2024
Baca juga: Partai Demokrat Sebut Jokowi Tidak Tegas Tanggapi Wacana Penundaan Pemilu 2024
Yan menegaskan tuduhan Ruhut bahwa Ibas menimbun minyak goreng sangat tidak tepat.
Menurut Yan, kemungkinan Ruhut lupa atau bahkan tidak mengetahui, Ibas merupakan anggota Komisi VI DPR RI yang antara lain bermitra dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
"Ruhut ini lupa atau mungkin 'kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu', bahkan bisa saja lupa, Mas Ibas anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan Kemendag, termasuk Kementerian BUMN. Tentu beliau (Ibas) dan timnya bekerja keras untuk mendapatkan dan membeli minyak goreng demi membantu kesulitan rakyat," ucap Yan.
Yan menambahkan, Ibas dan tim tidak tertutup kemungkinan membeli minyak goreng dengan harga tinggi atau mahal.
Kemudian, menjual kembali sesuai harga eceran tertinggi atau di bawahnya.