Berita Lubuklinggau

Nam Air Akan Terbang di Bandara Silampari Lubuklinggau, Target Beroperasi Sebelum Ramadan

Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Silampati Luklinggau, Mega Herdiansyah, mengatakan Nam Air akan kembali terbang di Bandara Silampari.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Bandara Silampari Lubuklinggau. Direncanakan dalam waktu atau sebelum Ramadan 2022 tahun ini maskapai Nam Air akan kembali terbang di Bandara Silampari. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Kabar baik untuk pengguna angkutan udara di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Setelah sejak Oktober 2021 lalu, hingga Maret 2022 ini tidak ada penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau.

Pihak Bandara Silampari mengonfirmasi sejumlah maskapai kembali akan melakukan penerbangan dalam waktu dekat.

Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Silampati Luklinggau, Mega Herdiansyah, mengatakan sejauh ini yang sudah konfirmasi akan kembali operasi maskapai Nam Air.

"Bila tidak ada perubahan dijadwalkan sebelum Ramadan sudah operasi," ungkap Mega saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Rabu (2/3/2022)

Mega menyampaikan sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau telah berupaya mendatangkan maskapai dan sekarang pihaknya tengah menunggu kabar baik tersebut dari pihak management.

"Karena beberapa saat lalu sebelum penerbangan berhenti tingkat keterisian penumpang cukup baik," ujarnya.

Bahkan diawal- awal sampai dengan terakhir terbang penumpang di Bandara Silampari keberangkatan dan kedatangan angka penumpang di atas 60-70 persen.

"Untuk penumpang saat ini khususnya untuk keberangkatan kemarin di atas 70 persen, begitu juga sebaliknya di kedatangan diangka 60 persen lebih," ujarnya.

Baca juga: Status Lubuklinggau PPKM Level 3, PTM Dihentikan sementara, Siswa Kembali Belajar Daring

Sebelumnya, Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe menyampaikan seluruh maskapai sekarang semuanya berkurang, imbasnya termasuk penerbangan di Bandara Silampari Lubuklinggau.

"Sekarang sangat sulit maskapai membagi jalur penerbangan," ungkap Wali Kota Nanan.

Nanan mengungkapkan bukan hanya Lubuklinggau yang terdampak, namun, saat ini banyak sekali maskapai yang delay (tunda), termasuk di Bengkulu kemarin maskapai Citilink yang selama ini tidak pernah delay, sekarang bisa delay sampai 3 jam.

"Di masa pandemi ini pesawat untuk bayar leasing saja tidak mampu, sehingga banyak yang ditarik, akibatnya banyak jalur selama ini operasi terpaksa kosong," ujarnya.

Karena banyak kekosongan itu akhirnya maskapai realistis, mereka (mereka) lebih memilih jalur yang selalu menguntungkan salah satunya jalur wilayah timur.

"Seperti contohnya saja Jakarta Palembang saja dulu 65 kali penerbangan dalam sehari, sekarang 15 kali saja sudah bersyukur, Garuda yang dulu tiap hari sekarang kadang terbang kadang tidak," ungkapnya.

Pemkot Lubuklinggau melalui Kemenhub terus berupaya, karena sangat sayang investasi sudah besar itu dari Kemenhub tapi tidak ada penerbangan.

"Jadi kita bukannya tidak mampu menghadirkan penerbangan tapi memang maskapainya itu tidak ada," ujarnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved