Angin Ribut di Banyuasin
Tujuh Rumah Rusak Disapu Angin Kencang di Rantau Bayur, BPBD Segera Bantu Perbaikan
Angin kencang yang menerjang Desa Sei Pinang Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin merusak bangunan sekolah juga rumah warga.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Angin kencang yang menerjang Desa Sei Pinang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, tak hanya merusak dua ruangan belajar SD Negeri 11 Rantau Bayur.
Rumah warga yang ada di Desa Sei Pinang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, juga terkena dampak angin ribut yang terjadi pada Minggu (19/2/2022) sekitar pukul 12.30 kemarin.
Setidaknya, ada tujuh rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Ada sebagian atap yang lepas, bahkan ada juga hampir keseluruhan atap rumah warga yang lepas karena diterpa angin ribut.
Rumah warga yang mengalami rusak ringan karena diterpa angin ribut antara lain milik Siti Badilah (77 Tahun), Junaidi (45 Tahun), M Umar (60 Tahun), Ismail (67 Tahun), Karyanto (43 Tahun), Razeb (35 Tahun) dan Rumsyah (63 Tahun).
Kades Sei Pinang Aidil mengungkap, pihaknya sudah berkoordinasi ke Kecamatan Rantau Bayur agar bisa mendapatkan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak angin ribut.
"Dari kecamatan, akan langsung dikoordinasikan dengan BPBD. Pihak BPBD juga akan ikut membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan," katanya.
Baca juga: Dengar Kondisi Muratara dari Wabup, AKBP Ferly: Saya Sudah Biasa dengan Tantangan
Sebelumnya, hujan disertai angin ribut yang terjadi di Desa Sei Pinang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin menyebabkan dua ruang sekolah SD Negeri 11
Rantau Bayur Rusak berat dan tujuh rumah warga rusak ringan, Minggu (20/2/2022) sekitar pukul
12.30.
Tak ada korban jiwa dalam bencana angin ribut ini. Hujan yang terjadi sekitar satu jam yang di
sertai angin ribut, membuat kerusakan bangunan sekolah dan juga rumah milik warga.
Kades Sei Pinang Kecamatan Rantau Bayur Aidil ketika dikonfirmasi membenarkan bila ada dua
ruang kelas yang rusak berat dan tujuh rumah warga rusak ringan.
"Hujan turun sekitar satu jam dan angin kencang terjadi selama 15 menit. Usai hujan disertai angin, kami mendapat laporan bila ada rumah warga yang rusak ringan dan dua kelas SD Negeri 11 rusak berat," katanya, Senin (21/2/2022).
Rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, karena atap terlepas lantaran disapu angin.
Sedangkan untuk dua ruang sekolah SD Negeri 11 Rantau Bayur, mengalami kerusakan dan
sementara tidak dapat difungsikan kembali.
Camat Rantau Bayur Syaiful menuturkan, kejadian ini telah dilaporkan langsung kepada bupati
Banyuasin.
"Kami sudah melaporkan untuk kerusakan atap SD Negeri 11. Ada dua ruang kelas yang rusak
karena di terpa angin," katanya.
Kejadian angin ribut ini, sempat direkam warga sekitar. Bagaimana saat angin menyapu atap SD 11 Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.
Baca berita lainnya langsung dari google news.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dua-kelas-sd-negeri-11-rantau-bayur-banyuasin-disapu-angin-ribut-minggu-2022022.jpg)