Berita Ogan Ilir
Terpilih Jadi 50 Kota Cerdas di Indonesia, Pemkab Ogan Komering Ilir Mulai Bersiap
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir melakukan sejumlah persiapan untuk mengimplementasi Gerakan menuju Smart City 2022.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pasca terpilih guna mengikuti pengembangan 50 kota cerdas (Smart City) di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir melakukan sejumlah persiapan untuk mengimplementasi Gerakan menuju Smart City 2022.
Hal ini disampaikan Dr Harya Widiputra Pendamping Program Menuju Smart City, Kemenkominfo RI saat Rakor Virtual yang berlangsung pada Rabu (16/2/2022) pagi.
Program smart city ini dimulai sejak tahun 2017 dengan total Kabupaten dan Kota yang menjadi smart city sebanyak 141 dan ditambah 50 lagi di tahun 2022.
"Sehingga totalnya sekarang ada sebanyak 191 Smart City di seluruh Indonesia," ungkap Harya.
Dikatakan untuk implementasi smart city diperlukan penyusunan masterplan atau rencana induk yang harus memperhatikan beberapa dimensi.
Diantaranya smart living, smart economy, amart people, smart governance, smart mobility dan smart environment.
"Dengan adanya masterplan smart city maka kinerjanya dapat diukur dengan komprehensif dan bisa menghasilkan masterplan smart city yang bermanfaat untuk masyarakat dan birokrasi pemerintahan di masing-masing wilayah," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Alexsander Bastomi mengatakan pengembangan kota cerdas tidak semata-mata terkait belanja teknologi berbiaya besar.
Hal tersebut bisa disiasati dengan konsep terbuka dan melibatkan banyak pihak untuk membantu pendanaan dan sumber daya manusia.
"Smart city bukan soal euphoria e-government yang mendahulukan belanja teknologi melainkan konsep master plan yang tepat sasaran," kata Alex.
Dilanjutkan dalam transparasi digital, tidak hanya menyasar level individu atau kelompok saja tetapi masyarakat secara keseluruhan.
Maka dari itu, untuk mewujudkan kota cerdas ini teknologi hanya sebagai alat, tetapi mindset, soliditas kerjasama adalah kunci utamanya.
"Dengan terpilihnya Kabupaten OKI sebagai kota cerdas, ke depan akan mendorong kemudahan penyelenggaraan layanan publik, serta meningkatkan inovasi dalam berbagai program pemerintah daerah," pungkasnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news.