Berita OKU Selatan

Baru Panen Perdana Tanaman Ganja, Petani di OKU Selatan Diringkus Polisi

Petani di OKU Selatan diringkus Polisi karena menyimpan ganja yang baru dipanennya dari Hutan Kawasan tempat dirinya menanam.

SRIPOKU/ALAN
Tersangka S (43) saat di press release di Halaman Mapolres OKU Selatan. Jumat (11/2/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Nekat menanam dan panen Narkotika jenis ganja di sebuah kebun kopi, S (43) seorang petani warga Desa Pius Kecamatan Kisam Ilir, OKU Selatan kini harus mendekam diruang tahanan Mapolres OKU Selatan.

Tersangka S seorang petani kopi ini digrebek oleh tim gabungan kepolisian Satres Narkoba Polres OKU Selatan dirumahnya, ketika sedang membungkus ganja kering yang baru saja dipanennya.

Dalam penggerebekan polisi menyita 11 paket daun ganja kering siap edar dengan berat bruto 269 gram, serta menemukan 2,81 biji kering diduga bibit ganja.

Kepada kepolisian S, mengaku ganja kering tersebut baru dipanennya sepekan lalu.

11 paket daun kering dari hasil memanen 10 batang ganja yang ditanam di sela-sela kebun Kopi miliknya yang terletak di wilayah hutan kawasan.

"Kalau panen baru sekali, rencananya untuk dijual. saya tanam disela-sela kebun kopi hutan kawasan,"beber S saat pres release dihalaman Mapolres OKU Selatan. Jumat (11/2).

Diringkusnya tersangka penyalagunaan Narkotika jenis ganja dibenarkan oleh Wakapolres Kompol MP Nasution SH, MH didampingi Kasihumas AKP Johan Syafri dan Kasatres Narkoba Iptu Raja Toga Parujum Str, K, dalam menggelar press release.

"Ya, kita berhasil mengungkap kasus narkotika jenis Ganja, pelaku adalah S (43) yang bekerja sebagai petani,"ungkap Kompol MP Nasution SH, MH saat press release, Jumat (11/1).

Dikatakan Kompol Nasution, pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya penanaman ganja yang lebih luas.

"Saat ini kita masih melakukan pengembangan, sebab tersangka mengaku mendapat biji diduga bibit ganja dari saudara E,"sambungnya.

Baca juga: 154 Personil Polres OKU Selatan Berprestasi Raih Penghargaan

Atas perbuatannya, S dikenakan pasal 114 Ayat 1, UUD Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancamana minimal 5 tahun pernjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Subsider Pasal 111 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved