Berita OKU Selatan

Waspadai 6 Titik Rawan Longsor di Jalan Lintas Provinsi Sumsel- Kaur Bengkulu

BPBD OKU Selatan menyebut terdapat 6 titik rawan longsor di jalan Provinsi perbatasan OKU Selatan dan Kaur Bengkulu

Tayang:
SRIPOKU/ALAN
Material pepohonan dan tanah menimpa badan jalam akses OKUS - Kaur Bengkulu. kemaren Senin (7/2/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Badan Jalan Provinsi penghubung Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Selatan Sumatera Selatan menuju provinsi Bengkulu tepatnya di desa Cukoh Naw Kecamatan Sungai Are tertimbun longsor pasca hujan diguyur intensitas hujan tinggi.

Beruntung pasca longsor yang menimpa badan jalan pihak terkait Tim gabungan dari BPBD dan Pemerintah Kecamatan bersama TNI polri menanggulangi menyingkirkan material longsor dari pepohonan dan tanah yang sempat menghalangi lalu lintas kendaraan

Longsor yang terjadi, Senin (7/2/2022) dinihari itu membuat pengendara dari kedua jalur terganggu.

Kendati demikian Kepala Seksi Rehabilitas dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, pihaknya menurunkan sebuah alat berat eksvakator untuk membuka akses jalan.

"Saat ini sudah berhasil dibersihkan proses oleh tim BPBD juga dibantu dari TNI dan polri juga Pemerintah Kecamatan Sungai Are," ujarnya, Selasa (8/2).

Mengingat dilokasi termasuk dalam kategori rawan longsor diungkapkan Teddy longsor terjadi di jalan Provinsi perbatasan OKU Selatan dan Kaur Bengkulu terdapat 6 titik yang tersebar di desa Cukohnau dan Sadau Jaya wilayah Kecamatan Sungai Are.

"Longsor jalan dilokasi saat ini memiliki ketebalan sekitar 30 cm hingga 3 meter lebih dengan panjang 4 meter,"jelasnya.

Menurutnya longsor terjadi disebabkan oleh tebing dibahu jalan yang rentan tergerus pasca diguyur air hujan dan menutup badan jalan.

Baca juga: Sembari Bagi Nasi Kotak Binmas Polres OKU Selatan Sosialisasi Prokes

Terpisah pengguna jalan Hasan mengatakan akibat longsor tersebut terpaksa menunda bepergian ke wilayah Bengkulu mengantar hasil bumi.

"Biasanya sehari-hari mengantar sayur mayur, namun sempat tertunda karena longsor, alhamdulillah sekarang sudah kembali dapat diakses,"pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved