Berita Ogan Ilir

Banyak Tumbuh di Rawa Tanjung Pinang OI, Bahan Bonsai Serpang Terjual Hingga Bali

Bahan tanaman bonsai serpang asal Desa Tanjung Pinang di Ogan Ilir ternyata laku terjual hingga Rp 700 ribu hingga ke Bali.

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Boim memotong batang serpang bakal bahan tanaman bonsai di sekitar rawa Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, Kamis (3/2/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Desa Tanjung Pinang di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, selain terkenal dengan sentra pengrajin besi, juga memiliki potensi lain. 

Di desa yang berada di Kecamatan Tanjung Batu tersebut ditumbuhi serpang yang biasa diolah menjadi tanaman bonsai. 

Kondisi ini dimanfaatkan seorang warga Tanjung Pinang bernama Ibrahim untuk mengolah bahan tanaman bonsai bernilai jual. 

Ibrahim pun mengajak TribunSumsel.com ke area rawa di pinggir desa, untuk mengambil batang serpang yang tumbuh liar. 

"Kalau saya sudah satu tahun gemar koleksi bonsai," kata Boim, panggilan akrabnya, Kamis (3/2/2022). 

Setelah lebih dari satu jam pilah-pilih batang serpang, Boim mendapatkan dua batang yang siap diolah dan membawanya pulang ke Dusun II Desa Tanjung Pinang 1.

Boim menjelaskan, tanaman yang bagus diolah menjadi bonsai diantaranya dilihat dari akar dan gerak dasar batang. 

"Serpang ini selain mudah ditemukan di desa kami, juga banyak yang memenuhi dua kriteria tersebut," jelasnya. 

Sejak satu tahun terakhir, Boim mengaku telah menjual sedikitnya 30 batang serpang bakal tanaman bonsai. 

Batang tersebut dipasarkan via online dan diminati pecinta tanaman hias di beberapa daerah di Indonesia. 

"Diantaranya peminat dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Kemarin terakhir ada yang pesan batang dari Magetan, Jawa Timur," ungkap Boim. 

Harga batang serpang ini dipatok dari yang termurah Rp 50 ribu hingga Rp 700 ribu, tergantung ukuran, bentuk akar dan gerak dasar batang. 

"Jual-beli bahan bonsai ini cukup menjanjikan. Tinggal kita yang harus rajin cari bahan dan mengolahnya," kata Boim. 

Agar batang serpang bernilai tinggi, selain akar dan gerak dasarnya yang cantik, saat memotong dahannya juga harus cermat. 

"Saat memotong dahannya harus diperhatikan. Jangan memotong di bawah tunas daun, karena ini yang akan mempengaruhi keindahan batang saat tumbuh nanti," papar Boim. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved