Mertua Herman Deru Meninggal
Sejoli tak Terpisahkan Suka Maupun Duka, Ibu-Ayah Mertua Herman Herman Deru Meninggal Jarak 17 Hari
Meninggalnya sosok Hj Ailuni Husni selang 17 hari meninggalnya sang suami pada 11 Januari 2022 lalu.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meninggalnya Hj Ailuny Husni ibu mertua Gubernur Herman Deru, Jumat (28/1/2022) meninggalkan kenangan yang mendalam bagi keluarga.
Herman Deru yang memberikan sambutan saat pelepasan jenazah almarhuma di rumah duka ke tempat peristirahatan terakhirnya di tempat pemakan keluarga di Gandus, mengibaratkan ibu mertuanya itu pasangan yang tak terpisahkan dengan sang suami (H Husni) yang telah berpulang 17 hari lalu.
"Innalilahi wainnailah irojiun, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bapak ibu sekalian yang hadir sebelum pelepasan jenazah, kami ingin apakah ibu kami tergolong orang Baik (dijawab pelayak baik)," tanya Herman Deru saat pelepasan jenazah di rumah duka Jalan Srigunting nomor 6 Komplek PCK Kelurahan 9 Ilir Palembang, Sabtu (29/1/2022).
Menurut Herman Deru, ibu mertuanya itu dinyatakan secara klinis meninggal dunia atau menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit, pada pukul 18.08 Wib menjelang usianya ke 80 tahn. Almarhumah lahir pada 29 Agustus 1942 silam. Meninggalnya sosok Hj Ailuni Husni selang 17 hari meninggalnya sang suami pada 11 Januari 2022 lalu.
"Kami sebagai keluarga inti betuk- betul menjadi saksi perjalan hidup ayah dan ibu, seperti sejoli merpati yang tak terpisahkan suka maupun duka, dan dibuktikan hampir bersamaan meninggalnya sang ayah pada usia 86 dan ibu menjelang usia 80 tahun," bebernya didamping sang istri yang merupakan anak almarhumah Hj Ailuny yaitu Hj Febrita Lustia Deru dan keluarga besar.

Diterangkan Herman Deru, almarhumah yang telah membina keluarga sejak tahun 1963 lalu itu, dikaruniai 7 orang putra dan putri. Tentunya ia mewakili pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada kerabat atau tetangga yang membantu selama ini, serta memohon maaf jika almarhuma ada kesalahan.
"Sejak tahun 1963 beliau berumah tangga, tentunya meninggalkan sekian banyak cerita indah dan baik, tapi sebagai mabusia biasa tak luput dari kesalahan, baik salah tingkah tingkah dan laku. Kami atas nama tujug bersaudara menyampaikan permohonan maaf setingginya untuk dimaafkan kesalahannya. Dan jika ada dalam perjalan hidup beliau ada berbentuk benda atau makan yang belum diikhlaskan tolong diihklaskan. Jika ada perjanjian dan perniagaan yang belum tuntas baik utang maupun piutang kami keluarga besar mengharapkan diikhkaskan, jika tidak kami siap untuk menyelesaikannya dan bisa berhubungan dengan keluarga," tandasnya.
Hal kedua, Deru mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan jenazah beliau hingga menyolatkan beliau, dan ucapan terimankasih, dan akan diberangkatkan di pemekaman kekuarga di Gandus.
"Mudah- mudahan bisabbertemu dengan orang yang dicintai. Kami juga berharap dan memohon kepeda jiron tetangga, mohon maaf ketika penyelenggaraan ini mengganggu lalulintas dan kenyamanan, kami mohom diampuni dan keridhoaannya," tukas Deru seraya menegaskan, apakah ibunya tersebut tergolong orang baik, yang dijawab baik.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya yang ikut melayat kerumah duka, mengungkapkan sosok almarhuma merupakan sosok luar biasa bagi keluarga maupun provinsi Sumsel.
"Beliau membantu suami dan banyak perjuangan yang dilakukan dalam membantu Sumsel, sebab beliau baik, dan bergaul selama ini, semoga diampuni dosanya," pungkas Mawardi.
Baca berita lainnya langsung dari google news.