Berita Palembang
Sekolah Dilarang Meminta Ortu Tanda Tangan Risiko Pasca Vaksinasi, Diknas Palembang Buat Edaran
Surat edaran dari Dinas Pendidikan yang sudah tersebar tidak minta buat surat pernyataan risiko vaksin ditanggung orangtua.
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Presiden Joko Widodo melarang sekolah meminta orang tua murid menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung risiko pasca vaksinasi anak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengikuti aturan yang telah dibuat pemerintah tersebut.
"Kita saya pribadi juga sangat setuju untuk hal ini, dan kita juga akan menjalani apa yang telah diimbau oleh Presiden," ujarnya, Rabu (19/1/2022).
Ia mengatakan surat edaran dari Dinas Pendidikan yang sudah tersebar tidak minta buat surat pernyataan risiko vaksin ditanggung orangtua. Akan tetapi orang tua mengizinkan vaksin atau tidak.
"Jadi kalau surat kemarin itu setuju atau tidak anaknya di vaksin," jelas dia.
Ia menjelaskan, dalam surat edaran yang pertama dulu dari Dinas Kesehatan. Dimana orang tua murid harus menyatakan bertanggungjawab atas risiko pasca vaksin.
"Awalnya kita juga bingung edaran pertama pernyataan itu diterima oleh bidang-bidang saya, diedarkan yang bertanggung jawab orang tua, padahal semuanya. Aturan Presiden ini saya sependapat," tegasnya.
Menurutnya, jika ada wali murid tidak mengizinkan anaknya vaksin, Disdik tidak masalah.
Pihaknya akan mengikuti aturan dari atas, jika vaksin dilaksanakan menyeluruh, pihak sekolah siap.
"Menyoal surat edaran sebelumnya yang tersebar itu dari Dinas Kesehatan, tapi dalam edaran terbaru yang kita buat hanya surat pernyataan orang tua mengizinkan vaksin," katanya.
Aturan siswa divaksin ini menurutnya tidak hanya diterapkan di Palembang tapi seluruh Indonesia. Untuk di Palembang sendiri sudah 12 persen siswa divaksin.
"Proses belajar tatap muka (PTM) tetap terbatas walaupun kapasitas siswa sudah 100 persen tapi tetap dibagi dalam 3 hari dengan Prokes yang ketat, masih bergantian, belum berani total satu minggu," katanya.
Baca juga: Kasus Positif Covid 19 di Palembang Bertambah 5, Semuanya Isoman di Rumah
Baca berita lainnya langsung dari google news.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-kota-palembang-ahmad-zulinto.jpg)