Berita Regional
Kisah Lansia Tinggal Sendirian di Kandang Domba, Dipaksa Tinggal Bersama Anak Tapi Tak Mau
Sukriya tak bisa berkata dengan jelas karena pendengarannya terganggu. Ia hanya mengangguk dari dalam bekas kandang domba tersebut.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNSUMSEL.COM, CIANJUR - Kisah Sukriya (70) tinggal di bekas kandang domba di Cianjur, Jawa Barat.
Ia duduk bersila dengan membungkukan tubuhnya di kandang tersebut saat ditemui, Senin (17/1/2022).
Bekas kandang domba itu terletak di kampung Legok Jengkol, Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Sukriya tak bisa berkata dengan jelas karena pendengarannya terganggu.
Ia hanya mengangguk dari dalam bekas kandang domba tersebut.
Sang anak, Anah (48), mengatakan ia tak mengetahui persis kapan ayahnya tersebut tinggal di kandang domba.
Namun sepengetahuannya sudah sangat lama saat domba-dombanya terpaksa dijual untuk kebutuhan sehari-hari.
"Sudah lama seingat saya sejak domba dijual, cuma persisnya saya lupa juga," ujar Anah membuka pembicaraan.
Anah mengatakan, ia sudah memaksa ayahnya tersebut untuk tinggal di rumahnya yang berada di samping kandang domba.
Namun ia tak mau dan memilih tetap tinggal di kandang domba.
Hingga tibalah seseorang yang menangkap aplikasi yang dipasang oleh Ketua Umum PKB Gus Muhaimin yakni Lapor Cak Imin.
Melalui aplikasi tersebut seseorang memotret dan mengisahkan kesedihan mengenai nasib yang dialami Sukriya yang tinggal di kandang domba.
Ketua DPC PKB Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, mengatakan, program bedah rumah yang dilakukan ini berawal dari masuknya aspirasi masyarakat melalui program Lapor Cak Imin.
"Kemudian ada yang lapor Cak Imin dari daerah sini, yang menceritakan tentang keberadaan pak Sukriya yang tinggal di sebuah rumah yang sangat mengkhawatirkan dan tidak layak huni," kata Lepi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/lansia-tinggal-di-kandang-domba.jpg)