Berita Lahat

Sering Hujan Siang Hari, Petani Karet di Lahat Merugi, Banyak Getah Hilang

Petani karet di Lahat Sumatera Selatan mengaku terkendala dalam memanen getah karet di musim hujan.

SRIPOKU/EHDI
Sebuah mangkuk penampung getah karet penuh terisi air. Petani Karet di Lahat mengaku merugi karena musim hujan, Minggu (16/1/2022).  

TRIBUNSUMSEL.COM,LAHAT-Hujan yang terus turun di Kabupaten Lahat,  cukup berdampak bagi petani karet di Kabupaten Lahat. 

Petani kesulitan memanen karet.

Tak hanya itu,  jika hujan terjadi di siang hari petani pun merugi lantaran karet yang dipanen bercampur air.  

"Cukup terkendala karena kita tak bisa naba karet (menyadap karet) karena hujan,"ujar Gilang,  Petani karet di Lahat saat dibincangi Minggu (16/1/2022). 

Hujan yang tak menentu kerap membuat ia gigit jari. 

Pagi hari setelah ditaba getah karet mulai mengalir. 

Namun,  belum sempat diambil tiba tiba hujan turun. 

Akibatnya,  getah karet hilang terbuang terkena air hujan.

"Pagi sekita pukul 05.00 wib kita sudah mulai nabah (menyadap karet) sambil berharap siangnya cuaca panas.  Namun harapan kita tak sesuai kenyataan karena siangnya hujan, "sampainya.  

Baca juga: Sesaknya Lapas Kelas IIA Lahat, Jumlah Narapidana Dua Kali Lipat Kapasitas

Saat ini sendiri dituturkan Gilang harga karet berkisar Rp9 hingga 10 ribu perkilonya tergantung kualitas karet dan tengkulak tempat menjualnya. 

"Kadang dapatlah sedikit perharinya jika cuaca hujan.  Kalau tidak panen kita tidak dapat uang sementara usaha kita cuma dikebun karet, "ujarnya (SP/EHDI)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved