Breaking News:

Berita Palembang

Mantan Cawako Palembang Sarimuda Terjerat Kasus Penipuan Tanah Segera Jalani Sidang, Ini Jadwalnya

Mantan calon walikota Palembang, Sarimuda yang ditahan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah bakal jalani sidang dalam waktu dekat.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Mantan Calon Walikota Palembang Sarimuda segera jalani sidang atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan tanah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mantan calon walikota Palembang, Sarimuda yang ditahan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah, dipastikan bakal segera menjalani sidang dalam waktu dekat.

Hal ini dikarenakan berkas perkara Sarimuda telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Palembang untuk disidangkan.

"Benar, berkas pelimpahannya sudah kami terima dari Jaksa Kejati Sumsel," kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Palembang, Sahlan Effendi SH MH saat dikonfirmasi, Minggu (9/1/2022).

Selain Sarimuda, ada satu tersangka lagi dalam kasus serupa yang bakal menjalani sidang yakni Margono Mangkunegoro.

Salhan menjelaskan, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, Sarimuda dan Margono Mangkunegoro bakal menjalani sidang pada Selasa 18 Januari 2020 bertempat di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Palembang.

Sidang akan dipimpin langsung wakil ketua Pengadilan Negeri Palembang Joserizal SH MH dengan dua hakim anggota yakni Dr Fahren SH MH dan Fatimah SH MH.

"Kemungkinan sidang ini akan sama seperti sidang lainnya yang digelar
secara virtual mengingat masih dalam kondisi pandemi. Tapi tidak menutup kemungkinan, terdakwa bisa saja dihadirkan secara langsung dipersidangan (offline) apabila terdapat kendala pelaksanaan sidang," ujarnya.

Dikutip dari situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, kasus yang menjerat Sarimuda dan Margono Mangkunegoro terjadi sekira bulan Oktober-Desember 2019.

Bermula saat tersangka mantan calon walikota Palembang Ir H Sarimuda mencari tanah untuk kegiatan kerja sama dengan saksi Setiawan, berupa pembangunan serta pengelolaan trase jalur kereta api dari Sta Simpang sampai dengan dermaga bongkar muat batu bara.

Diketahui bidang tanah yang dicari oleh Sarimuda yang terletak di Desa Tanjung Baru Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim adalah milik Nurlina yang kemudian dikuasakan kepada tersangka Margono Mangkunegoro.

Dari tujuh persil tanah yang dibeli oleh Setiawan senilai Rp 26,2 miliar, ada satu persil tanah dengan SHM No. 00035/Tanjung Baru tanggal 24 Januari 2019 milik Dra. Nurlina seluas 24.887 m2, tidak dapat dimiliki karena tanah tersebut tidak dilakukan pengikatan jual beli pada hari itu dikarenakan Sarimuda beralasan saat itu bidang tanah dalam permasalahan.

Namun, uang tersebut terlanjur dibayarkan Titin kepada Sarimuda, hingga saat ini bidang tanah tersebut tidak dapat dikuasai oleh Setiawan sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 26,9 miliar.

Atas perbuatannya, sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Rini Purnamawati dalam SIPP PN Palembang, Sarimuda dan Margono Mangkunegoro dijerat dalam dakwaan Primer Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Subsider Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Kecelakaan Gegara Tol Kayuagung-Palembang Lubang dan Bergelombang, Ini Jawaban Waskita Sriwijaya Tol

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved