Berita Palembang
Ojek Online di Palembang Dipukul Saat Mengantar Pesanan Makanan, Akhirnya Berakhir ke Polisi
Akibat penganiayaan ini juga membuat sejumlah ojek online mendatangi kediaman pelanggan tersebut untuk menanyakan maksud pemukulan.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Juliadi (24) driver ojek online (ojol) di Palembang melaporkan keluarga pelanggannya ke polisi atas kasus penganiayaan, Senin (3/1/2022) malam.
Akibat penganiayaan ini juga membuat sejumlah ojek online mendatangi kediaman pelanggan tersebut untuk menanyakan maksud pemukulan.
Dari video yang diterima Tribunsumsel.com, ketegangan sempat mewarnai kejadian tersebut.
"Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba dipukul" ujar korban saat diwawancarai, Selasa (4/1/2022).
Peristiwa itu terjadi ketika korban mengantar makanan yang dipesan melalui aplikasi oleh salah seorang pelanggannya.
Pelanggan tersebut beralamat di Lorong Famili IV Way Itam Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I Palembang.
Setelah tiba di titik pengantaran sesuai orderan yang diterima, korban dibuat kebingungan sebab dikatakannya, pelanggan tersebut lambat menjawab pesan.
Belakangan korban baru mengetahui ternyata titik antar tidak akurat.
"Melenceng sekitar 200 meter. Padahal saya sudah nunggu lebih dari 10 menit sesuai dengan titik antar," ucapnya.
Baca juga: Perempuan Tewas di Gorong-gorong Benar Ojek Online, Suami Ungkap Gelagat Tak Biasa Sebelum Meninggal
Baca juga: Terungkap Identitas Perempuan Tenggelam Masuk Gorong-gorong di Kalidoni, Diduga Ojek Online
Dikatakan korban, setelah pesannya dibalas pelanggannya tersebut, lalu dia diminta untuk menunggu di depan rumah untuk selanjutnya akan ada yang mengambil pesanan tersebut.
Namun rupanya yang menemui korban bukanlah pelanggan melainkan seorang laki-laki.
Dari penuturan korban, pria tersebut langsung melayangkan pukulan ke pundak kiri dan kepala korban sebanyak dua kali.
"Untungnya saya pakai helm, katanya saya memaki dan menggunakan kata-kata kasar waktu berkirim pesan," ucapnya.
Mendengar ada keributan membuat orang yang memesan makanan jadi keluar untuk melerai seraya membayar pesannya.
Korban sendiri mengaku tindak pemukulan itu tidak sampai membuatnya terluka.