Berita Lubuklinggau

Kapan Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Lubuklinggau, Ini Penjelasan Disdikbud

Sekolah Tatap Muka atau PTM 100 Persen di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) masih dalam tahap pengkajian.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM
Kapan Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Lubuklinggau, Ini Penjelasan Disdikbud 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) masih dalam tahap pengkajian.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Dian Candera melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Yulianti menyampaikan bahwa PTM 100 persen saat ini belum bisa dilaksanakan di Lubuklinggau.

"PTM harus ada persetujuan dari pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini bapak wali kota. Kemudian capaian vaksin juga harus dicermati, apabila ada item yang tidak terpenuhi kita masih melakukan PTM terbatas 50 persen," kata Yulianti pada Tribunsumsel.com, Senin (3/1/2022).

Menurut Yulianti dalam pelaksanaan PTM 100 persen banyak yang harus dilalui pertama pihaknya harus koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait capaian vaksin dan persetujuan dari Wali Kota Lubuklinggau.

"Hari ini kita baru mulai mengikuti sosialisasi SKB empat menteri, orang dari pusat baru tahap rencana, itulah setelah sosialisasi ini selesai baru kita lihat kondisi di Lubuklinggau," ungkapnya.

Yulianti menuturkan aitem persyaratan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk menuju PTM 100 persen sudah disiapkan sejak lama, hanya saja aitem lainnya yang belum terlaksana.

"Syaratnya capaian vaksin harus di atas 70 persen, sementara kita baru 50 persen, sedangkan untuk guru-guru semuanya sudah siap capaian vaksin baik guru SD dan SMP sudah 80 persen," terangnya.

Hanya saja syaratnya bukan hanya guru saja, melainkan capaian anak-anak dan lansia juga harus dihitung, kecuali guru-guru itu semuanya tinggal di sekolah, namun ini tidak tinggal di rumah masing-masing.

"Oke kalau kita tinggal di sekolah tapi kalau pulang ke rumah bagaiamana, tidak mungkin juga, jadi kita masih menunggu," tambahnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved