Breaking News:

Sepasang ABG Tewas Tertabrak KA

BREAKING NEWS: Sepasang ABG Ditemukan Tewas Diduga Tertabrak KA di Perlintasan Bandar Agung Lahat

Sepasang ABG berinisial EJ 914) dan ZH (15) ditemukan tewas di rel perlintasan kereta api Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Sepasang remaja anak baru gede (ABG) berinisial EJ (14) warga Desa Ngalam Baru Muara Siban Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat dan ZH (15) warga Kelurahan Kota Negara, Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, Sabtu (1/1/2022) sekira pukul 06.00 wib ditemukan tewas di rel perlintasan kereta api Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.

Sepasang ABG ini meninggal akibat ditabrak kereta api. Keberadaan mayat sempat membuat warga tak jauh dari lokasi perlintasan geger. Warga yang tak mengenal kedua korban tersebut kemudian melaporkan penemuan tersebut

"Tadi hendak ke pasar pas lewat melihat keduanya tampak tergeletak. Tak lama ramai warga melihat. Gak tahu apa penyebabnya mungkin ditabrak kereta, "ujar Nisar, warga Lahat.

Sementara, informasi yang berhasil dihimpun dari warga sekitar jika kedua korban memang sering terlihat nongkrong di perlintasan rel kereta tersebut. Bahkan, keduanya nongkrong mulai pukul 22.00 wib hingga pukul 03.00 wib.

"Sering liat keduanya nongkrong di sana bahkan hingga dini hari. Tidak kenal dengan keduanya, "sampainya.

Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono, SIK melalui Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono, SH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya mayat pertama kali ditemukan Dendi, warga sekitar.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi bahwa sekira pukul 22.30 wib, kedua orang tersebut sudah berada di rel perlintasan rel kereta api dan diduga 2 tertabrak pada saat kereta api melintas di jalur dan terseret kereta api lebih kurang 5 Meter yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan kondisi Luka Berat.

"Saat ini kedua mayat telah dibawa ke RSUD Lahat oleh unit Identifikasi Polres Lahat setelah di lakukan identifikasi pihak keluarga meminta agar janaza tidak di lakukan Autopsi dengan membuat surat ketererangan dan di tanda tangani,"sampainya. (sp/ehdi amin)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved