Berita Prabumulih
Akibat Pembangunan Proyek Tol Indralaya-Prabumulih, Dua Desa Terancam Terisolir Kades Ngadu ke Dewan
Akibat Pembangunan Proyek Tol Indralaya-Prabumulih, Dua Desa Terancam Terisolir Kades Ngadu ke Dewan
Penulis: Edison | Editor: Slamet Teguh
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Dua desa yakni Desa Karya Mulya dan Talang Batu Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) di kota Prabumulih terancam terisolir akibat pembangunan Jalan Tol Indralaya-Prabumulih.
Hal itu diungkapkan dua orang kepala desa (kades) Kades Desa Karya Mulya, Miril Firacha dan Kades Desa Talang Batu, Sahril Kenedi ketika mengadukan permasalahan di desanya kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Prabumulih.
Dua kades itu mengungkapkan jalan yang menjadi akses satu-satunya untuk keluar masuk desa menjadi rusak parah akibat kendaraan alat berat yang mengerjakan tol.
"Akibat aktivitas pembangunan tol jalan jami menjadi rusak, jalan desa kami itu merupakan satu-satunya akses keluar masuk desa," ungkap Kades Talang Batu, Sahril Kenedi dihadapan anggota DPRD Kota Prabumulih belum lama ini.
Sahril menuturkan, pihaknya berharap jajaran DPRD Prabumulih dan pemerintah kota mencarikan solusi sehingga jalan kembali bagus dan tidak terkendala ketika melakukan aktivitas sehari-hari.
"Kami sangat mendukung proyek tol tapi alangkah lebih bagusnya jalan kami tidak rusak dan masyarakat bisa nyaman melalui jalan yang bagus seperti semula," katanya.
Baca juga: Walikota Prabumulih Larang Pesta Orgen Tunggal Malam Tahun Baru 2022, Warga Diimbau Tetap di Rumah
Baca juga: Pemkot Prabumulih Bersama TNI/Polri Siapkan 3 Motor Hadiah Vaksin, Nomor Sertifikat Bakal Diundi
Hal yang sama disampaikan Kades Karya Mulya, Miril Firacha yang berharap ada solusi sehingga jalan bisa kembali diperbaiki pihak perusahaan pengerja proyek tol terlebih pihaknya menemui pihak perusahaan belum ada respon.
"Akibat jalan rusak ini membuat masyarakat kesulitan membawa hasil pertanian, bahkan desa kami terancam terisolir jika tidak ada perbaikan terhadap jalan kami yang rusak akibat aktivitas pembangunan tol," katanya.
Wakil Ketua DPRD Prabumulih, Ir Dipe Anom menanggapi keluhan dua kepala desa itu mengatakan pihaknya akan segera mengundang pihak perusahaan pemenang tender untuk membahas hal itu.
"Dalam waktu dekat kita akan undang mereka dan kita akan bahas terkait perbaikan jalan itu sehingga tidak mengganggu masyarakat melakukan aktivitas sehari-hari," tuturnya.(eds)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/proyek-tol-di-kota-prabumulih.jpg)