Berita Palembang

Jadwal 9 Titik Pasar Murah di Palembang, Minyak Goreng Dijual Rp 14 ribu per Liter

Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel melaksanakan pasar murah di 9 titik di Palembang mulai Selasa (21/12/2021) hingga Kamis (30/12/2021).

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Aktivitas Pasar Murah di Pasar KM 5 Palembang, Selasa (21/12/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan PT Indokarya Internusa mengadakan pasar murah, khususnya untuk minyak goreng.

"Di Pasar murah ini minyak goreng di jual Rp 14 ribu per liter dan maksimal boleh beli dua liter per orang," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Ahmad Rizali saat kegiatan Pasar Murah di Pasar KM 5, Selasa (21/12/2021).

Menurutnya, harga tersebut lebih murah Rp 5000 karena biasanya minyak goren dijual dengan harga Rp 19 ribu per liter. Untuk hari ini disediakan 3000 liter minyak goreng, jadi bisa untuk 1500 kepala keluarga (KK).

Untuk pasar murah ini akan dibuka di sembilan titik pasar, yaitu Pasar KM 5 Selasa (21/12/2021), Pasar Lemabang Rabu (22/12/2021), Pasar Cinde Kamis (23/12/2021), Pasar Soak Bato Jumat (24/12/2021),

Pasar Gasing Senin (27/12/2021), Pasar Perumnas Selasa (28/12/2021), Pasar Kuto Rabu (29/12/2021), Pasar Padang Kamis (30/12/2021), dan Kantor Dinas Perdagangan Sumsel Kamis (30/12/2021).

"Sebanyak 25.200 liter atau 25.2 ton minyak goreng disiapkan untuk sembilan titik pasar murah tersebut. Harapannya ini bisa meringankan beban ibu-ibu rumah tangga," ungkapnya.

Menurut Rizali, kenaikan harga minyak goreng ini bukan karena langkah tapi karena harga CPO yang naik.

Kenaikan CPO ini efek dari penggunaan energi terbarukan. Untuk itu diharapkan ada batasan penggunaan CPO untuk produk lain. 

"Kondisi ini termasuk tak terduga, sudah lebih dari dua bulan kenaikan harga minyak goreng terjadi. Harapannya harga CPO bisa turun," katanya. 

Sementara itu, Humas PT Indokarya Internusa Palembang Aji Bagus Haman Dani menambahkan, bahwa PT Indokarya Internusa memang sudah sering mengadakan pasar murah bersama Dinas Perdagangan.

"Misal saat perayaan hari keagamaan seperti lebaran diadakan pasar murah dan ini jelang natal. Harapannya ini bisa meringankan ibu-ibu rumah tangga. Ini juga sebagai bentuk CSR kita agar masyarakat bisa membeli minyak dengan harga lebih murah," katanya 

Suasana di Pasar Murah yang ada di KM 5 terlihat ramai, sejak dibukanya pasar murah masyarakat berbondong-bondong datang untuk membeli. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker.

Baca juga: Varian Omricon Belum Ditemukan di Palembang, Dinkes Tetap Minta Warga Jaga Prokes

Pedagang Gorengan Tuti menambahkan, bahwa ia turut membeli minyak goreng karena untuk dagang gorengan. Sebagai pedagang gorengan tentu memerlukan banyak minyak goreng.

"Kenaikan harga minyak goreng ini hampir 3 bulan. Kita tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap membeli karena memang kebutuhan untuk jualan, meskipun harga minyak goreng naik untuk harga gorengnya tak naik," katanya 

Menurutnya, dikondisi seperti saat ini bisa bertahan sudah bersyukur. Jadi kalau mau naikan harga gorengan nggak mungkin, jadinya tetap jualan seperti biasa. Imbasnya paling pendapatan sedikit berkurang.
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved