Berita Lubuklinggau
Update Kondisi Remaja Laki-Laki Korban Asusila Oknum Guru Ngaji di Lubuklinggau
Kondisi Z seorang pelajar di Kota Lubuklinggau yang menjadi korban asusila Sudarto gurunya sendiri.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Satreskrim Polres Lubuklinggau melakukan pendampingan terhadap korban Z seorang pelajar di Kota Lubuklinggau yang menjadi korban asusila Sudarto gurunya sendiri.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono melalui Kasatreskrim AKP M Romi didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Aipda Christina menyampaikan, saat ini masih koordinasi melakukan upaya pencegahan dan melakukan upaya pemulihan mental korban.
"Awal terbongkar kasus ini korban sudah tidak nyaman lagi, karena korban sudah SMP dan mulai berpikir ditambah pengetahuan agamanya ada," ungkap Christin pada wartawan, Kamis (16/12/2021).
Cristin menyampaikan seiring anak itu mengalami remaja dalam bathin anak itu memberontak dan merasa ada yang salah terhadap perilaku gurunya itu, menurutnya perbuatan itu sebuah kesalahan.
"Kelihatan sekali dalam kejadian terakhir itu dia berontak (korban memberontak) akhirnya berani cerita dengan orang tuanya (bapaknya)," ujarnya.
Kalau secara kasat mata kondisinya memang baik-baik saja, tapi fisikologisnya sangat terguncang dan butuh penyembuhan, karena ini merupakan penyakit dan diharapkan tidak menjadi trauma kedepannya.
"Kedepan kita harapkan traumanya itu bisa hilang dan jangan sampai jadi pelaku perbuatan yang sama dikemudian hari," terangnya.
Bahkan sejauh ini semua orang di dekatnya sudah diminta untuk memberikan dukungan supaya tidak trauma berlebihan dan menganggap semua itu berjalan seperti biasa.
"Kedepan diupayakan seolah tidak terjadi apa-apa, bahkan sudah diminta (keluarga dan orang tuanya) jangan sampai banyak orang bertanya tentang kasus tersebut, nanti tambah trauma," ujarnya.
Sebagai upaya pendampingan Polres Lubuklinggau akan berupaya melakukan pengobatan secara fisikologis, hasilnya akan dilihat dari waktu pendampingan pertama.
"Untuk pengobatan kedepan kita ada MOU dengan UPT perlindungan anak Kota Lubuklinggau, kami akan membuat permohonan ke UPT untuk membuat pendampingan fisikologis dan pendampingan kasus," paparnya.
Ia menyampaikan perlu diketahui masyarakat bahwa selama ini anak-anak orang tua dan perempuan merupakan kaum rentan akan hal semacam ini.
"Itulah kasus ini terus kita lakukan pendalaman, bila masih ada korbannya kita minta untuk melapor, apabila ada laporan maka akan terus berlanjut," ungkapnya.
Baca juga: Kasus Asusila Oknum Guru Ngaji Cabul di Lubuklinggau, Kalau Ada Korban Lain Warga Diminta Lapor
Sebelumnya, oknum guru salah satu SMP Swasta di Kota Lubuklinggau ini sudah diamankan di Polres Lubuklinggau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Pengakuannya dihadapan penyidik Satreskrim bahwa sejauh ini korbannya hanya satu orang," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bocah-laki-laki-di-lubuklinggau-korban-asusila.jpg)