Profil Anis Saggaff
Biodata Profil Anis Saggaff, Rektor Unsri Ahli Spesialisasi Baja, Muncul Petisi Copot Rektor Unsri
Ada desakan untuk mencopot Anis Saggaff sebagai rektor Universitas Sriwijaya (Unsri). Permintaan pencopotan Anis Saggaff dari Rektor karena ada dosen
TRIBUNSUMSEL.COM - Ada desakan untuk mencopot Anis Saggaff sebagai rektor Universitas Sriwijaya (Unsri).
Permintaan pencopotan Anis Saggaff dari Rektor karena ada dosen cabul yang meneror mahasiswi Unsri.
Copot rektor Unsri sudah rilis di situs Change.org.
Petisi ini marak karena menanggapi kasus pelecehan seksual di kampus Unsri.
Dari pantauan Tribunsumsel.com, Selasa (7/12/2021) petisi ini dibuat oleh akun bernama Abang Jago
Adapun petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Jokowi, ketua DPR RI Puan Maharani, Mendikbud Nadiem Makarim.
Hingga berita ini dimuat, petisi ini baru ditanda tangai oleh 11 orang.
Klik Disini untuk melihat petisi copot rektor Unsri
Berikut Isi lengkap petisi tersebut :
Universitas Sriwijaya (Unsri) sontak populer diseantero negeri, karena kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh dosen terhadap mahasiswinya. Hari ini, Senin (6/12), seorang oknum dosen FKIP berinisial A telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Sumsel atas laporan mahasiswinya.
Satu lagi oknum dosen dari Fakultas Ekonomi, kini tengah didalami oleh polisi karena dilaporkan oleh tiga mahasiswinya atas kasus serupa. Namun untuk kasus terbaru ini, alih-alih merespon dengan melindungi para korban, pejabat Dekanat FE Unsri melakukan hal yang sifatnya intimidatif terhadap mahasiswi/pelapor.
Salah satu korban viral setelah sempat disekap dan tidak diikutkan dalam prosesi yudisium. Ironisnya, Rektor dan jajarannya tak kunjung bersuara, sehingga membuat masyarakat geram. Bahkan DPRD Sumsel juga dibuat berang karena tak ada satupun pejabat dari Unsri datang memenuhi Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Kepada Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati, salah satu pejabat Unsri mengatakan jika pihaknya juga sedang melakukan rapat internal untuk menyelesaikan permasalahan pelecehan seksual ini. Fakta ini membuat Unsri terkesan menutup-nutupi kejadian pelecehan seksual di Fakultas Ekonomi ini dengan banyak asumsi yang muncul.
Padahal DPRD adalah representasi masyarakat Sumsel. Entah karena merasa sebagai pimpinan Universitas Negeri yang secara struktural tidak berada di bawah Pemerintah Provinsi Sumsel, membuat Rektor merasa tak perlu meladeni permintaan masyarakat Sumsel melalui DPRD nya untuk memberi penjelasan.
Hal ini menunjukkan sikap arogan dari Rektor dan jajaran nya ditambah dengan dugaan pembiaran, pengabaian, peremehan dan respon yang tidak memperlihatkan sikap sebagai Pendidik yang patut dan punya kewajiban moral untuk menjaga amanah para orang tua yang menitipkan anak anaknya untuk di didik di Universitas tertua di Sumsel yang didirikan oleh Bung Karno itu. Sehingga mahasiswi dibiarkan menjadi mangsa oleh para predator berjubah akademisi.