Breaking News:

Dugaan Pelecehan di Unsri

Soal Dugaan Pelecehan di Unsri, Julian Gunhar Minta Semua Hormati Proses Hukum

Julian Gunhar, anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel menanggapi kasus dugaan pelecehan mahasiswi Unsri yang tengah bergulir

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel Julian Gunhar menanggapi dugaan pelecehan mahasiswa Unsri 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Polemik dugaan kasus asusila oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) terhadap mahasiswinya terus bergulir.

Meski begitu terdapat pro dan kontra yang terjadi dilapangan.

Seperti yang diungkapkan anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel Julian Gunhar, jika semua pihak harus menghormati proses hukum yang saat ini lagi diproses pihak kepolisian hingga selesai, dan tidak menghakimi seseorang sebelum ada kebenarannya.

"Negara ini adalah negara hukum, kita sangat menghormati proses hukum, apapun bentuk pelanggaran dan kejahatan, dengan proses ini kita mengenal istilah praduga tidak bersalah (perseption of Innocent). Artinya, tidak ada suatu tindak pidana tanpa ada putusan pengadilan," kata Gunhar, Minggu (5/12/2021).

Diakui politisi PDI Perjuangan ini, persoalan laporan dugaan pelecehan sexsual oleh oknum dosen Ekonomi Unsri, menurutnya suatu perkara yang harus lebih dulu dibuktikan, dan tidak mengikuti arus media sosial yang telah “MenJudge” (mengadili) yang bersangkutan oknum dosen Unsri itu, benar- benar telah melakukan tindakan asusila (pelecehan).

"Saya justru berpikir tidak yakin oknum Dosen Ekonomi Unsri itu melakukan hal- hal yang sangat tidak terpuji," beber ketua DPC PDI Perjuangan kota Palembang ini.

Jikapun nanti, oknum dosen Unsri tersebut terbukti melakukan asusila, perlu dilakukan tindak tegas dari pihak Universitas.

"Kalaupun nanti itu terbukti secara hukum, saya sangat khawatir dengan keberlangsungan, dengan pendidikan akhlak dan karakter generasi penerus bangsa ini. Sebaiknya hal ini kita tunggu proses hukum terlebih dahulu, kita percaya pihak kepolisian akan sesegera mungkin menuntaskan perkara ini," pungkasnya.

Disisi lain, oknum dosen Unsri berinisial A sendiri, tidak memenuhi panggilan kepolisian Polda Sumsel, Jumat (3/12/2021). 

Sebelumnya, A dilaporkan oleh mahasiswinya berinisial DR atas kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. 

Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengatakan, ketidakhadiran dosen A telah disampaikan melalui kuasa hukumnya kepada penyidik. 

"Dari keterangan pengacaranya, dosen A tidak bisa hadir karena ada acara keluarga," ujarnya. 

Baca juga: Ernest Prakasa Soroti Kasus Mahasiswa Unsri Korban Pelecehan Sempat Tak Masuk Yudisium

Atas ketidakhadiran tersebut, polisi akan kembali menjadwal pemanggilan kedua terhadap A pada senin mendatang. 

Masnoni mengungkapkan, hari ini akan dilakukan gelar perkara untuk kelanjutan dari proses lidik naik ke sidik. 

"Apabila oknum tersebut kembali tidak hadir memenuhi panggilan, maka tidak menutup kemungkinan akan ada pemanggilan paksa," tukasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved