Dibalik Kematian NW Mahasiswi PTN Malang di Makam Ayah, Fakta Sang Kekasih Berinisial R Polisi Aktif
Kasus meninggalnya NW mahasiswi PTN kota Malang viral di media sosial Setelah NW menegak racun dan meninggal tepat di atas makam ayahnya di Mojokertp
TRIBUNSUMSEL.COM -- Kasus meninggalnya NW mahasiswi PTN kota Malang viral di media sosial
Setelah NW menegak racun dan meninggal tepat di atas makam ayahnya di Mojokertp
Kematian tak wajar mahasiswi ini viral di Twitter.
Ada netizen yang mengunggah tulisan WhatsApp (WA) ang diduga milik korban NW sebelum bunuh diri.
Netizen juga menyebar foto polisi aktif yang diduga mantan pacar korban.
Korban mengakhiri hidupnya dengan menenggak minuman bercampur racun.
Sebelum bunuh diri, NW mengalami depresi setelah ayahnya meninggal sekitar tiga bulan lalu.
NW semakin depresi terkait persoalan asmara.
Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rahutomo mengatakan pihaknya masih menyelidiki kematian mahasiswi tersebut.
"R memang anggota Polres Pasuruan. Dia memang pernah memiliki hubungan dengan korban," kata Andaru kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (4/12/2021).
Pihaknya bekerja sama dengan Propam Polda Jatim terkait informasi yang beredar di media sosial tersebut.
"Sekarang kami investigasi," terangnya.
Sebelumnya Mahasiswi berinisial NWR (23) tewas di atas makam ayahnya di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/12/2021) pukul 15.30 WIB.
Diduga mahasiswi tersebut tewas akibat menenggak cairan berisi racun.
Juru kunci makam, Sugito (60) mengaku sempat melihat NWR mengendarai motor ke area pemakaman.
"Ternyata korban sudah meninggal," Sugito kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (3/12/2021).
Sugito melihat botol berisi air warna kemerahan dan cokelat di dekat NWR.
"Botol itu masih ada isinya, dan ada sedotan plastik. Aromanya menyengat," jelas Sugito.
Pihak keluarga mengakui NWR sempat berniat mengakhiri hidupnya di rumah pada Rabu (1/12/2021).
Namun keluarga berhasil menggagalkan niat mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Malang tersebut.
Kapolsek Sooko, AKP Moch Shohibul Yakin menduga korban tewas bunuh diri akibat depresi.
"Kami masih menyelidiki jenis racun di dalam minuman itu," kata Shohibul Yakin.
Pihak keluarga menolak autopsi terhadap jenazah korban.
Polisi tidak menemukan indikasi keracunan seperti busa di bagian mulut korban.
"Memang keracunannya itu tidak kelihatan," ujar AKP Moch Shohibul Yakin.
Diduga NWR mengakhiri hidup karena depresi akibat persoalan pribadi dengan kekasihnya.
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Berita Ini Sudah Tayang di Surya Malang.com