Berita Palembang
Perketat Prokes, Masyarakat Diminta Jangan Panik Dengan Varian Omicron
Omicron varian baru covid-19 mendadak jadi perbincangan dunia, Lantaran dinilai memiliki efek penularan lebih cepat ketimbang dengan varian Delta.
Penulis: Mochamad Krisnariansyah | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Omicron varian baru covid-19 mendadak jadi perbincangan dunia
Lantaran dinilai memiliki efek penularan lebih cepat ketimbang dengan varian Delta.
Kendati demikian Masyarakat diminta tak perlu panik dengan varian baru tersebut
Hal ini disampaikan oleh Ahli Mikrobiologi Sumsel Prof Yuwono kepada Tribunsumsel, Senin (1/12/2021)
Prof Yuwono berujar, hingga saat ini belum ada laporan terkait munculnya varian Omicron di Indonesi
"Kuncinya jangan panik karena ini masih masuk variant of concern (VOC) seperti varian Delta," ujarnya
Lebih Jauh Prof Yuwono meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan
Terutama dalam melakukan aktivitas sehari-hari, baik itu menggunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan
" Jalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengikuti vaksinasi," kata Prof Yuwono
Untuk pencegahan lebih jauh, Prof Yuwono mengatakan pemerintah diminta untuk melakukan penutupan akses bagi warga negara asing (WNA), terutama dari negara asal varian baru tersebut.
Pembatasan akses ini dinilai efektif karena dapat menghalau penyebaran virus dengan lebih tepat.
"Pemerintah tutup pintu dari asing yang bawa ini dan giatkan vaksin," kata Yuwono.
Antisipasi Gelombang Ketiga
Pemerintah provinsi Sumatera Selatan terus mengingatkan masyarakat untuk terus mengetatkan protokol kesehatan
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga covid-19 dengan ditambahnya beredar varian baru covid-19 Omicron
Kepala Bidang Surveilans dan Imuniasi Dinkes Sumsel Yusri megnatakan, kunci semuanya kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes
"Disiplin Prokes sangat penting diterapkan saat ini seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," terangngya
Jika hal tersebut dijalankan atau diterapkan, maka kata Yusri diharapkan tidak terjadi kasus baru yang muncul nantinya
"Selain disiplin Prokes, perlu juga digencarkan vaksinasi. Imbaunya kepada Kabupaten/Kota segera percepat capaian vaksinasi, agar segera terbentuk herd immunity" ungkapnya
Update Vaksinasi di Sumsel
Sementara itu berdasarkan update data terbaru covid-19 di Sumatera Selatan per 30 November 2021
Didapati jika kasus penambahan positif covid hanya bertambah dua orang menjadi total 59932 orang
Sedangkan untuk tingkat kesembuhan total yakni 56831 orang
Lalu untuk data meninggal yakni 3078 orang.
Untuk kondisi 17 kabupaten kota yang ada terdapat dua kabupaten kota yang berada di zona hijau atau tidak ada kasus covid-19 sama sekali
Yakni berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawas
Sedangkan 15 Kabupaten lainnya berada di zona kuning dengan tingkat resiko rendah.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/warga-suntik-vaksin-di-dpd-partai-hanura-sumsel-sabtu-30102021.jpg)