Berita Viral

Kisah Tentara Korea Utara Masuk Penjara Gegara Peragakan Tarian Boyband BTS di Hadapan Anak Buah

Prajurit berusia 20-an dengan nama keluarga Kim merupakan seorang pemimpin peleton dari kompi patroli Korps Kesembilan.

Editor: Moch Krisna
Allkpop
Cara Jadi Istri Member BTS, Berikut Ini Syarat dan Ciri-ciri Wanita Idaman Member BTS 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tampilkan tarian BTS, Tentara Korea Utara langsung dihukum masuk penjara

Prajurit berusia 20-an dengan nama keluarga Kim merupakan seorang pemimpin peleton dari kompi patroli Korps Kesembilan.

Dia ditangkap oleh cabang korps Kementerian Keamanan Negara pada 12 November.

Untuk meningkatkan moral pasukan, pihak militer Korea Utara memberikan waktu istirahat selama 2 jam per harinya setelah bekerja.

Selama waktu istirahat itu, Prajurit Kim menari untuk rekan-rekan prajuritnya.

Dia berusaha untuk membuat semangat para prajurit yang menderita karena kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Langkah yang diambil Prajurit Kim untuk menyemangati sesama prajurit itu ternyata salah.

Sialnya, hal itu malah menyebabkan dia ditangkap keesokan harinya.

Dirinya dituduh 'meniru tarian BTS.'

Selama interogasi, Prajurit Kim membantah mengetahui tentang BTS.

Dia mengatakan tarian yang dia bawakan untuk para prajurit adalah tarian yang biasa dia lakukan di kampung halamannya.

Kementerian Keamanan Negara mengatakan dia berbohong.

Akhirnya dia dijatuhi hukuman 3 bulan di benteng.

Prajurit Kim sebenarnya sangat dihormati oleh para perwira dan orang-orang dari kompi militernya.

Jadi dia berusaha menghindari hukuman yang lebih berat.

Mungkin jika dia tidak begitu dihormati, dia bisa menghadapi pemecatan secara tidak terhormat.

Atau bisa juga mendapat pemecatan dari partai komunis.

Menurut fakta di lapangan, Prajurit Kim bukanlah tentara Korea Utara pertama yang ditangkap karena menarikan tarian BTS.

Pada Agustus 2020, ada 3 tentara Korea Utara ditangkap karena mendengarkan dan menari lagu BTS 'Blood, Sweat, & Tears.'

Pada Agustus 2021 juga ada 3 taruna remaja ditangkap karena menyanyikan dengan keras lirik lagu 'Blood, Sweat, & Tears.'

Beberapa waktu lalu seorang siswa menengah juga dijatuhi hukuman karena menonton 'Squid Game'.

Dipenjara karena 'Squid Game'

Nekat tonton Squid Game diam-diam. Hukuman berat ini diterima pelajar Korea Utara.

Dilansir dari Allkpop, RFA melaporkan pada Selasa (23/11/2021), bahwa Korea Utara menghukum siswa SMA dengan hukuman berat setelah ketahuan menonton 'Squid Game' secara diam-diam.

RFA atau Radio Free Asia adalah outlet media berita Amerika yang melaporkan berita tentang Korea Utara.

Laporan yang dikutip dari orang dalam Korea Utara, RFA menyatakan, "Awal pekan lalu, tujuh siswa sekolah menengah dari Kota Chongjin, Provinsi Hamgyong Utara, tertangkap basah sedang menonton 'Squid Game.'

Mereka tertangkap dalam pemeriksaan Komando Staf Gabungan 109.

Penduduk yang mengimpor USB drama Korea ditembak mati.

Siswa yang membeli USB, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sementara siswa lain yang menonton bersamanya dihukum sampai lima tahun reformasi perburuhan."

Sumber tersebut menjelaskan, "Siswa tersebut ditangkap oleh pemeriksaan Komando Gabungan ke-109.

Setelah siswa yang menonton series dan yang membeli USB tersebut, memberi tahu temannya tentang series itu.

Mereka sedang membagikan USB ketika mereka ditangkap oleh pemeriksaan."

Sumber orang dalam menambahkan, "Korea Utara menganggap ini sebagai masalah besar.

Karena ini adalah pertama kalinya pelanggaran remaja ditangkap.

Setelah sebelumnya mereka memperkuat sensor terhadap 'konten asing.'

Diharapkan penyelidikan dan hukuman para pelanggar akan berlanjut untuk jangka waktu yang cukup lama.

Mengingat perbatasan ditutup karena COVID-19.

Mereka juga akan menyelidiki untuk menemukan rute di mana USB diselundupkan."

Selain itu, sumber tersebut menyatakan, "Kepala sekolah, sekretaris pemuda, dan wali kelas dari siswa sekolah menengah diberhentikan dari jabatannya.

Bahkan dikeluarkan dari daftar keanggotaan partai."

Dilaporkan bahwa pihak berwenang Korea Utara juga melakukan sensor ekstensif untuk menemukan penjual CD dan USB berisi konten asing atau drama di pasar.

(TribunStyle.com/Vidya)

Berita Ini Sudah Tayang di Tribunstyle.com

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved