Breaking News:

Berita Palembang

Kasus Dugaan Pelecehan Oknum Dosen Unsri ke Mahasiswa, Rektor Bentuk Tim Investigasi Internal

Rektor Unsri Prof Anis Saggaff mengatakan telah melakukan investigasi internal membentuk tim etik mengusut persoalan dugaan kasus pelecehan seksual.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Rektor Unsri Prof Anis Saggaff saat ditemui di Mapolda Sumsel untuk hadir dalam kegiatan penyerahan penghargaan kepada kepada mitra polri atas dukungan dan kerjasama dalam program keroyok vaksinasi terhadap seluruh wilayah Provinsi Sumsel, Jumat (26/11/2021). Anis menegaskan Unsri telah membentuk tim investigasi internal terkait dugaan kasus asusila oknum dosen ke mahasiswa. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus asusila dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi Unsri terus menarik perhatian masyarakat.

Rektor Unsri Prof Anis Saggaff mengatakan, mereka telah melakukan investigasi internal dengan membentuk tim etik untuk mengusut persoalan dugaan kasus pelecehan seksual ini.

"Ketua dari tim itu adalah WR (Wakil Rektor) I dengan anggota WR sisanya dan ada juga dekan-dekan. Sehingga investigasinya objektif dan memang dilakukan secara serius," kata Anis saat ditemui di Mapolda Sumsel untuk hadir dalam kegiatan penyerahan penghargaan kepada kepada Mitra Polri atas dukungan dan kerjasama dalam program keroyok vaksinasi terhadap seluruh wilayah Provinsi Sumsel, Jumat (26/11/2021).

Saat disinggung apakah tim tersebut sudah bertemu dengan korban dugaan pelecehan, Anis sendiri belum memberikan jawaban pasti.

"Intinya tim sudah bergerak, BEM sudah ditemui. Untuk diduga korban, memang seharusnya diminta keterangan secara langsung oleh tim. Tidak bisa kita cuma dari surat, terus langsung diputuskan hasilnya. Apalagi surat itu dari informasi BEM," ucapnya.

Selanjutnya Anis juga akan membentuk tim penanggulangan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual di Unsri.

Hal ini juga untuk mewujudkan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang berisi Peraturan Mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Meski demikian, terkait kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Unsri yang saat ini telah mencuat, Anis mengatakan pihaknya masih mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Tentunya kita masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. Saya juga sudah buat edaran bahwa kedepan untuk komunikasi maupun publikasi lewat medsos ataupun surat menyurat,
itu harus hati-hati. Karena jika kita-kira dia berbuat (pelecehan) tetap sebenarnya tidak, itu bisa jadi persoalan hukum," ujarnya.

Baca juga: Mutasi Perwira di Polrestabes Palembang, Kompol Irwan Andeta Jabat Kasat Lantas, Ini Daftar Lengkap

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved