Breaking News:

Berita Palembang

Ivan Protes Majelis Hakim, Korban Pengeroyokan di Palembang Bingung Terdakwa Bukan yang Mengeroyok

Saya ingat yang mengeroyok waktu itu ramai, sekitar 10 orang. Nah masalahnya, kenapa yang muncul bukan diantara mereka yang mengeroyok saya

Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM DARI Aryo/ Grid Oto
Protes keberatan disampaikan Ivan lani (25) saat hadir di PN Palembang untuk memberi keterangan atas kasus penganiayaan yang terjadi padanya. Ivan meyakini terdakwa dalam kasus ini bukanlah orang yang sudah menganiaya dirinya.Ilustrasi Pengeroyokan 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Protes keberatan disampaikan Ivan lani (25) saat hadir di Pengadilan Negeri (PN) Palembang untuk memberi keterangan atas kasus penganiayaan yang terjadi padanya. Keberatan itu tak ragu disampaikan Ivan dihadapan majelis hakim, lantaran meyakini terdakwa dalam kasus ini bukanlah orang yang sudah menganiaya dirinya.

"Saya tidak kenal sama dia (terdakwa). Saya juga tidak pernah sebut nama dia sebagai orang yang menganiaya saya. Tapi kenapa dia yang jadi terdakwa?" tegas Ivan Lani saat ditemui setelah persidangan, Rabu (24/11/2021).

Diketahui, Ivan Lani adalah salah seorang pengurus Pasar 26 Ilir Soak Bato, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang yang menjadi korban pengeroyokan pada 17 Agustus 2021 lalu. Atas hal tersebut, polisi meringkus Iwansyah Alias Amek (32) yang disebut menjadi salah satu pelaku pengeroyokan.

Kasus ini sekarang bergulir di tahap persidangan dan memasuki agenda mendengar keterangan korban. Akan tetapi, Ivan yang merupakan korban dalam kasus ini merasa tidak puas lantaran meyakini beberapa orang yang sudah menganiaya dirinya adalah CP, HN, UL dan AK. Bukan Amek, orang yang kini ditetapkan sebagai terdakwa. Protes ini langsung disampaikan Ivan bersama keluarganya sesaat setelah hakim mengetok palu tanda persidangan ditunda untuk agenda selanjutnya.

"Saya ingat yang mengeroyok waktu itu ramai, sekitar 10 orang. Tapi diantara mereka ada 4 orang yang saya tahu. Cupang, Hendri, Ulung, Aik. Nah masalahnya, kenapa yang muncul bukan diantara mereka yang mengeroyok saya. Justru orang yang saya tidak kenal, dia jadi terdakwa?" ucapnya.

Ivan menjelaskan, pengeroyokan yang dialaminya terjadi ketika dia sedang menagih uang retribusi meliputi keamanan dan kebersihan pasar 26 Ilir Palembang.

"Penyebab aksi pengeroyokan itu saya tidak tahu. Tapi yang jelas, saat kejadian itu saya sedang menjalankan tugas menagih uang retribusi pasar. Uang kebersihan dan pengamanan, memang tugas saya itu jelas. Ada perintah melalui surat yang ditandatangani kepala pasar," ucapnya.

Ivan sangat berharap pelaku pengeroyokan terhadapnya bisa segera ditahan dan menjalani proses hukum.

"Kami sudah sampaikan ke majelis bahwa kami tidak tahu siapa Amek itu. Harapan saya semoga semuanya segera ditangkap," ucapnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved