Breaking News:

Berita Kesehatan

RSUD Banyuasin Melayani Operasi Katarak Pakai Alat Canggih, Hanya Butuh Waktu 15 Menit

Dengan adanya alat Pacho Emolsifikasi, RSUD Banyuasin bisa melakukan operasi katarak setiap pasien hanya 15 menit saja

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
rsud.banyuasinkab.go.id
Foto Ilustrasi Pegawai RSUD Banyuasin : Rumah sakit ini melayani warga operasi katarak menggunakan alat canggih. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyuasin melayani warga operasi katarak.

Saat ini, RSUD Banyuasin sudah memiliki alat operasi katarak canggih.

Nama alatnya Pacho Emolsifikasi, yang bisa melakukan operasi katarak hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.

Sehingga, dalam sehari RSUD Banyuasin bisa melakukan operasi katarak sebanyak 10 hingga 15 pasien.

Menurut Direktur RSUD Banyuasin dr Ari Paunta, alat operasi Pacho Emolsifikasi sudah digunakan untuk melakukan operasi bagi warga yang menderita katarak dengan waktu yang singkat.

"Kalau ada masyarakat yang menderita katarak, bisa datang ke RSUD Banyuasin. Waktu operasinya singkat, hanya 15 menit untuk satu pasien. Untuk operasi, bisa ditanggung Jamkesda atau BPJS," kata Ari, Selasa (23/11/2021).

Lanjut Ari, sebelumnya RSUD Banyuasin juga sudah punya alat untuk operasi katarak.

Akan tetapi, alat yang sebelumnya tidak secanggih alat Pacho Emolsifikasi.

Dengan alat sebelumnya, operasi katarak membutuhkan waktu 30 sampai 60 menit.

Dengan adanya alat Pacho Emolsifikasi, RSUD Banyuasin bisa melakukan operasi katarak setiap pasien hanya 15 menit saja.

Jumlah pasien yang dioperasi juga bisa banyak, karena memang alat ini lebih praktis, lebih mudah, lebih cepat dan aman.

"Bagi masyarakat yang berada di pelosok atau desa, untuk melakukan operasi katarak cukup membawa surat rujukan dari faskes tempat tinggalnya. Bila sudah selesai operasi, pasien bisa memilih mau pulang atau menginap. Kami juga menyiapkan ruangan untuk menginap pasien bila kediamannya jauh," jelas Ari.

Alat Pacho Emolsifikasi milik RSUD Banyuasin ini, dibeli menggunakan anggaran DAK tahun 2021. Sehingga, masyarakat yang akan melakukan operasi katarak bisa datang dan memilih untuk menggunakan Jamkesda atau BPJS.

Bila menggunakan Jamkesda, masyarakat cukup melampirkan foto copy KTP, KK, surat keterangan dari kades atau kelurahan dan Kecamatan. Dengan syarat ini, akan langsung bisa ditindaklanjuti untuk dilakukan operasi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved