Breaking News:

Berita Kriminal

Korban Penganiayaan oleh Oknum Polisi Polda Sumsel Keberatan dari Hasil Proses Rekonstruksi

Kekecewaan amat dirasa keluarga Surya Samudra (19), korban penganiayaan yang dilakukan M Rama Eza, oknum anggota polisi di Polda Sumsel.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Siemen Martin
Tribunsumsel
Surya Samudra (19) dan Ayahnya, Iskandar (53) menyampaikan keluhan atas proses rekonstruksi penganiayaan yang dilakukan oknum anggota polisi. Menurut mereka proses rekonstruksi tersebut tidak sesuai kejadian sebenarnya, Selasa (23/11/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kekecewaan amat dirasa keluarga Surya Samudra (19), korban penganiayaan yang dilakukan M Rama Eza, oknum anggota polisi di Polda Sumsel.

Sebab keluarga merasa, proses rekonstruksi yang digelar di halaman Polrestabes Palembang, Jumat (19/11/2021) lalu, banyak yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

"BAP kemarin banyak yang tidak sesuai dengan fakta," ujar Iskandar (53) ayah kandung korban, Selasa (23/11/2021).

Iskandar mengungkapkan, seperti pada salah satu poin BAP yang menyebutkan bahwa anaknya sengaja mendatangi meja tersangka untuk menantang berkelahi.

Padahal menurut keterangan anaknya, hal tersebut tidaklah benar.

"Tetapi yang benar itu, anak saya melewati meja pelaku untuk ke WC. Saat melewati meja itu, anak saya tidak sengaja bersenggolan dengan tersangka. Disitu tersangka tidak terima sehingga terjadi keributan berujung pemukulan terhadap anak saya," ucapnya.

Hal lain yang menjadi sorotan keluarga korban adalah keterangan dari kepolisian yang menyebut ketika peristiwa itu terjadi tersangka tidak dalam kondisi pengaruh alkohol.

Bahkan saat di cek urine, hasilnya negatif.

"Berarti tersangka ini melakukan aksi pemukulan itu dalam kondisi seratus persen sadar. Jadi yang ingin kami pertanyakan apakah wajar oknum anggota polri berbuat seperti itu. Hanya karena senggolan lalu berbuat hal diluar nalar. Walaupun kami bukan dari orang hukum, tapi kami tahu bahwa perbuatan ini melanggar hukum, " ujarnya.

"Apalagi dia sampai menembakkan senjata yang kami tidak tahu apa jenisnya. Tapi yang jelas senjata itu ditembakkan keatas dan saksi-saksi dengar suara itu keras. Lalu memukul anak saya sampai pingsan. Apakah pantas sikap seperti itu dilakukan oleh anggota Polri," kata Iskandar dengan nada suara kesal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved