Berita Muratara
Harga Cabai di Muratara Naik Rp 60 Ribu Per Kg, Bupati Devi Minta Warga Tanam di Pekarangan
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Muratara, Syamsu Anwar mengatakan harga cabai naik disebabkan berbagai faktor.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) merangkak naik.
Biasanya harga cabai dibandrol sekira Rp20-30 ribu per kilogram (kg) kini mencapai Rp60 ribu per kg.
"Kalau saya jual 60 ribu sekilo, baik cabai rawit, cabai setan, cabai merah, 60 ribu semua," kata pedagang, Tatik dibincangi di kawasan pasar Lawang Agung Rupit, Jumat (19/11/2021).
Dia mengaku kenaikan harga cabai tersebut memang dari agen, sehingga dirinya juga menaikkan harga.
Menurut Tatik, akibat dari naiknya harga cabai tersebut membuat sepi pembeli.
"Ya kami juga tidak mau harganya mahal. Lihat saja kalau naik, pembeli sepi," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Muratara, Syamsu Anwar mengatakan harga cabai naik biasanya disebabkan berbagai faktor.
"Banyak faktor sebenarnya, bisa karena permintaan meningkat, bisa karena faktor musim juga," ujarnya.
Namun kata dia, selagi distribusi barang lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat, maka masih bisa dikatakan aman.
Syamsu berharap tidak ada pedagang atau agen cabai nakal yang sengaja menaikkan harga dagangannya untuk meraup keuntungan lebih banyak.
Sementara itu, Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni mengajak masyarakatnya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai.
"Kalau kita punya tanaman cabai di samping rumah, cukuplah untuk masak sehari-hari, makan mi cabai ada," ujarnya.
Selain itu, kata dia, bercocok tanam sangat baik dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Hal sederhana yang bisa dilakukan misalnya memanfaatkan pekarangan rumah dengan bercocok tanam tanaman holtikultura.
Baca juga: Kebakaran di Pasar Surulangun Muratara Kamis Malam, Kios Pedagang Hangus
Seperti sayur-sayuran, cabai, bawang, kacang panjang, timun, gambas, daun bawang, kunyit, lengkuas, tomat, cung kediro, terong dan lain-lain.
"Kalau di pekarangan rumah kita sudah ada tanaman-tanaman itu, maka uang yang seharusnya kita beli itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain," kata Devi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pedagang-cabai-di-pasar-lawang-agung-rupit-muratara.jpg)