Berita Pendidikan

Vaksinasi Siswa 100 Persen, SMP Negeri 1 Lubuklinggau Siap PTM 100 Persen

Sejumlah sekolah di Kota Lubuklinggau saat ini mulai bersiap menyambut digelarnya sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) full 100 persen

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala SMP Negeri 2 Lubuklinggau, Parman saat mendampingi tim Disdikbud Lubuklinggau melakukan tinjauan persiapan sekolah PTM 100 persen di Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Kasus Covid-19 di Kota Lubuklinggau sudah jauh menurun, Saat ini Lubuklinggau menerapkan PPKM level 1.

Sejumlah sekolah di Kota Lubuklinggau saat ini mulai bersiap menyambut digelarnya sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) full 100 persen.

Kepala SMP Negeri 2 Lubuklinggau, Parman mengaku siap menggelar PTM 100 persen. Hanya saja sampai sejauh ini belum ada instruksi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.

"Sekarang kita masih menunggu surat perintah dari pemerintah kota maupun provinsi," ungkap Parman Tribunsumsel.com, Rabu (17/11/2021).

Menurutnya apabila ada wacana sekolah tatap muka 100 persen di tahun ajaran baru nanti, harus melihat dulu capaian vaksinasi di sekolah-sekolah.

Sebab tidak bisa dipungkiri vaksinasi siswa di beberapa sekolah belum mencapai 100 persen.

"Tapi Alhamdulillah untuk siswa SMP Negeri 2 Lubuklinggau sudah 100 persen vaksin, baik dosis satu maupun dosis dua. Begitu gurunya juga sudah 100 persen vaksin," ungkapnya.

Bahkan selama penerapan PTM terbatas 50 persen empat bulan terakhir, belum ditemukan kasus atau kluster sekolah.

Artinya PTM sudah bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan lonjakan kasus covid-19 kluster sekolah.

Selanjutnya, terkait sarana prasarana kata Parman, jauh sebelum dilakukan PTM terbatas pihaknya sudah mempersiapkan secara maksimal.

Mulai dari awal masuk hingga proses belajar mengajar di dalam sekolah.

Ia menyampaikan selama ini sekolah daring dan PTM terbatas mempunyai keterbatasan, untuk pelajaran ada ketertinggalan. Menurutnya sekolah tatap muka, siswa lebih memahami pelajaran dibanding dengan sekolah sistem daring.

"Dalam mewujudkan itu sekolah sekarang memiliki upaya keras untuk mengejar ketertinggalan itu. Misalnya di sekolah kami, siswa yang tidak datang ke sekolah tetap diberi tugas di rumah," paparnya.

Bahkan sebagai upaya mengejar ketertinggalan pelajaran di sekolah pihaknya bersama guru di sekolah mempunyai wacana ingin mengajukan sekolah full day, Senin-Jumat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved