Spirit Bisnis

Serbuan Promo GoFood Bantu Mojik Bangkit di Masa Pandemi

Mojik, sang pemilik usaha ikut turun langsung melayani pelanggannya. Ia duduk di balik meja panjang melayani setiap transaksi pembayaran

Tayang:
Penulis: Wawan Perdana | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Wawan Perdana
Seorang Driver Gojek di Palembang memesan Nasi Goreng Kemangi melalui layanan GoFood, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Malam mulai larut namun konsumen semakin ramai datang ke Warung Nasi Goreng Kemangi di Jalan Padang Selasa, Kota Palembang, Jumat (12/11/2021).

“Pesan tiga bungkus nasi goreng biasa ya,” ujar seorang Driver Gojek.

Ada lima karyawan dengan sigap melayani setiap pelanggan yang ingin makan di tempat, bungkus, dan pemesanan melalui aplikasi.

Tak ada yang bersantai, semua sibuk dengan tugas masing-masing. Dua orang bertugas memasak nasi goreng.

Dua orang menyajikan dan membungkus pesanan, satu orang lagi bertugas menyiapkan minum.

Mojik, sang pemilik usaha ikut turun langsung melayani pelanggannya. Ia duduk di balik meja panjang melayani setiap transaksi pembayaran.

Kondisi malam itu sangat berbeda dibandingkan malam-malam di akhir tahun 2020 hingga awal 2021.

Saat kasus Covid-19 di Indonesia berada di puncaknya, mendapatkan satu pembeli saja sangat sulit.

"Kalau di awal dan pertengahan pandemi tadi, orang sangat ketakutan. Parno (paranoid), takut penularan Covid," kata Mojik mengawali cerita.

Mojik masih ingat betul perjuangannya bertahan dari serangan pandemi Covid-19 di tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2021.

Penjualan langsung turun di awal pandemi Covid-19. Memang tidak tiba-tiba jeblok namun terus menurun setiap bulannya. Puncaknya di awal tahun 2021.

"Saat itu betul-betul tidak ada yang beli. Kami benar-benar dibantai oleh Covid," ujar Mojik.

Warung Nasi Goreng Kemangi yang mulanya mempunyai empat cabang di Kota Palembang, kini tersisa dua cabang.

Mojik bukan tanpa upaya. Ia sudah berjuang sekuat tenaga mempertahankan usaha yang dirintisnya sejak empat tahun lalu supaya tidak menutup cabang.

"Saya itu berpikir bagaimana karyawan tidak sampai diberhentikan. Karena dari bekerja di sini, mereka bisa menghidupi keluarganya," tutur Mojik.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved