Menuju Herd Immunity

Tutup Mata Pakai Masker, Cara Agus Mengatasi Takut Jarum Suntik Saat Vaksin Covid-19

Program peningkatan kesehatan melalui vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat kota Palembang ini diadakan di Gedung Graha Tribun Palembang

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Agus yang takut jarum suntik menutup mata menggunakan masker saat vaksinasi di Graha Tribun, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Minggu (14/11/2021) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post bekerjasama dengan PT PLN (Persero) serta PT Kimia Farma Tbk menggelar vaksinasi Covid-19 massal untuk warga Palembang, Sabtu dan Minggu (13-14/11/2021).

Program peningkatan kesehatan melalui vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat kota Palembang ini diadakan di Gedung Graha Tribun, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara Palembang.

Sejak pagi warga yang ingin melakukan vaksinasi sudah datang ke Graha Tribun. Satu persatu warga yang sudah datang mengisi formulir dan antre untuk melakukan vaksinasi.

Ada yang unik saat proses vaksinasi, ketika akan disuntik vaksin, peserta vaksin bernama Agus menutup matanya dengan masker.

"Iya saya menutup mata dengan masker saat vaksin karena takut jarum suntik," kata Agus yang bekerja sebagai pegawai rumah makan di Palembang, Minggu (14/11/2021).

Menurut Agus yang sudah berusia 25 tahun ini, memang dari kecil dia takut disuntik.

Namun kini dia mau divakasin, karena memang vaksin sudah menjadi kebutuhan. Jadi meskipun takut jarum suntik harus berani divaksin.

"Sebab mau kemana-mana, misal ke mal harus pakai aplikasi Pedulilindungi yang diaplikasikan tersebut tertera sudah vaksin atau belumnya," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Dinda yang merupakan Mahasiswa STIE-APRIN mengatakan, bahwa sebenarnya dia takut jarum suntik. Makanya meskipun vaksin sudah banyak diadakan dimana-mana belum berani vaksin.

"Butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar saya berani divaksin, akhirnya hari ini saya beranikan diri untuk vaksinasi. Sebab memang vaksin ini sudah banyak menjadi syarat mau kemana-mana, jadi mau nggak mau harus vaksin," ungkapnya.

Sebagai mahasiswa Dinda menyadari pentingnya vaksinasi, hanya saja memang dia takut jarum suntik. Untuk itulah baru hari ini diberikan diri untuk vaksin. Apalagi vaksin disini kan dapat token listrik.

Sementara itu Junaidi yang baru berusia 28 tahun sempat gagal vaksin lantaran tensinya tinggi. Namun niat dan semangatnya untuk melakukan vaksinasi tetap ada, sehingga dia pun memilih istirahat sejenak.

Setelah istirahat, Junaidi kembali cek tensi darahnya. Kali ini dia lolos skrining, karena tensinya sudah turun.

"Iya tadi tensi saya tinggi, jadi istirahat dulu dan baru nyoba kembali. Alhamdulillah tadi bisa vaksin. Saya mau vaksin ini karena sudah banyak proses yang membutuhkan kartu vaksin," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved