Breaking News:

Harga Sawit Sumsel

Saat Harga Sawit Sedang Tinggi-tingginya, Banyak Petani di Muratara Tidak Menikmati, Ini Sebabnya

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman mengatakan harga TBS sawit saat ini memang mengalami tren kenaikan

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Foto Ilustrasi Sawit : Harga komoditi sawit di Kabupaten Muratara, menyentuh Rp3.000 per kilogram (kg) tandan buah segar (TBS) 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Harga komoditi sawit di Kabupaten Muratara, menyentuh Rp3.000 per kilogram (kg) tandan buah segar (TBS). Bahkan memasuki pekan pertama November 2021 ini, untuk pembelian di tingkat petani di wilayah Sumsel mencapai Rp3.149,87 per kg.

Harga tersebut untuk kelompok umur tanaman 10-20 tahun.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman mengatakan harga TBS sawit saat ini memang mengalami tren kenaikan.

"Iya benar, harga buah sawit di Sumsel lah umumnya, itu sekarang berada di angka tiga ribu lebih per kilo," kata Suhardiman, Rabu (10/11/2021).

Dengan kenaikan harga TBS sawit ini diharapkan membuat ekonomi masyarakat khususnya petani sawit menjadi lebih baik.

Namun, kata Suhardiman, sejauh ini belum ada kabar di masyarakat soal euforia atau kegembiraan berlebihan karena kenaikan harga sawit ini.

Apalagi perkebunan sawit masyarakat di wilayah Muratara saat ini banyak yang dihantam musim trek sehingga tidak menghasilkan banyak buah seperti biasanya.

Trek adalah sebuah musim ketika hasil panen buah menurun drastis, bahkan tidak menghasilkan buah sama sekali.

Baca juga: Harga TBS Sawit Diprediksi Terus Naik Sampai Akhir Tahun 2021, Petani Diminta Jangan Euforia

"Iya kami juga mendapat laporan banyak yang trek, tapi tidak semuanya. Ada petani yang merasa sangat senang dengan kenaikan harga ini, terus juga sawitnya tidak trek, ya harus bersyukur," ingatnya.

Salah seorang petani sawit di wilayah Kecamatan Rupit, Edi mengaku perkebunannya sedang dilanda musim trek.

Produksi sawit miliknya biasanya sekali penen per dua pekan mencapai 6 ton kini menurun menjadi 1,5 ton.

"Dari sebelumnya enam ton kini jadi tidak sampai dua ton lagi, jauh sekali turunnya, kena trek tadi," ujar Edi.

Petani sawit lainnya, Sis mengaku sedih karena hasil panen sawitnya menurun di saat harga sedang naik.

Kenaikan harga TBS sawit tersebut tidak dinikmati sepenuhnya oleh petani akibat musim trek.

"Harganya memang naik, tapi hasil panen menurun, jadinya sama saja. Biasanya memang begitu, kalau produksi turun harga naik, kalau produksi melimpah harganya turun," kata Sis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved