Fadjroel Rahman Jadi Dubes Kazakhstan, Pakar Sebut Sosok Pengganti Cocok Jadi Jubir Presiden Jokowi

Fadjroel Rachman resmi dilantik Presiden Jokowi sebagai dubes Kazakhstan Pelantikan tersebut digelar pada selasa kemarin di istana negara

Editor: Moch Krisna
Tangkapan layar YouTube / Indonesia Lawyers Club
jubir Presiden, Fadjroel Rachman 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Fadjroel Rachman resmi dilantik Presiden Jokowi sebagai dubes Kazakhstan

Pelantikan tersebut digelar pada selasa kemarin di istana negara

Lalu timbul pertanyaan siapa berhak menggantikan posisi Fadjroel sebagai jubir Presiden Jokowi?

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, sosok yang pas untuk menjadi juru bicara Presiden pengganti Fadjroel Rachman harus memiliki latar belakang komunikasi.

Alasannya, kata Emrus, orang yang memahami konsep teori komunikasi dan etika komunikasi serta lebih profesional memang harus berlatarbelakang komunikasi.

"Coba bayangkan Jaksa Agung backgroundnya komunikasi bukan sarjana hukum, kacau kan. Nah hal yang sama jubir presiden harus S1-S2-S3 komunikasi. Karena dia menguasai konsep teori dan etika komunikasi," kata Emrus saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26/10/2021).

Selain itu, Emrus menekankan jubir Presiden jangan dari partai politik.

Karena, tugas jubir salah satunya yakni menjembatani kepentingan politik.

Sehingga, jika jubir Presiden dari partai politik maka akan bertindak atas dasar ekskusifitas politik.

"Jangan orang partai, harus orang yang bukan partai," ucapnya.

Emrus menambahkan, bahwa jubir Presiden yang akan dipilih oleh Jokowi harus menjembatani, menyambungkan, menyatukan, dan mesinergikan kepentingan satu dan lain.

Termasuk, pemerimtah dengan rakyat, partai politik dan kepentingan ekonomi, hukum dan HAM.

"Kalau mau evaluasi, masa jabatan Fadjroel tidak produktif sebagai jubir presiden, nah supaya tidak terulang lagi idealnya tentu saya sarankan Komunikolog tadi," ungkapnya.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa tak kalah pentingnya jika jubir Presiden harus orang yang dekat dengan Presiden.

"Presiden harus nyaman dengan sosok tersebut. Dan siapapun jubir presiden idealnya jubir ini orang yang memiliki tingkat keterkenalan di ruang publik," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved