Breaking News:

Anggota Parlemen Remaja Curhat ke Ganjar Rumahnya Sering Kebanjiran

seorang anggota parlemen remaja asal SMAN 1 Kota Pekalongan sempat curhat ke Ganjar terkait rumahnya yang sering kebanjiran

TRIBUNNEWS
Anggota parlemen remaja dapil Jawa Tengah menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebelum ikut rapat paripurna DPRD 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEMARANG - Anggota parlemen remaja dapil Jawa Tengah menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebelum ikut rapat paripurna DPRD.

Mereka berasal dari sepuluh SMA/SMK dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda di Jawa Tengah.

Salah seorang anggota parlemen remaja asal SMAN 1 Kota Pekalongan sempat curhat ke Ganjar terkait rumahnya yang sering kebanjiran.

"Sekolah tidak kebanjiran tetapi rumah iya? Maka kamu ajak warga untuk tidak buang sampah sembarangan, kamu edukasi jangan mengambil air tanah dan mustinya pakai PDAM. Kalau pengambilan air tanah berlebihan itu menyebabkan muka tanah turun," kata Ganjar.

Ganjar juga berpesan agar kemudian dari parlemen remaja tersebut muncul anggota-anggota parlemen di seluruh Indonesia yang berintegritas.

"Hari ini kita kehadiran adik-adik dari parlemen remaja. Ke depan akan butuh banyak anggota parlemen di seluruh Indonesia yang akan memimpin negara jauh lebih baik karena kehadiran anak-anak yang berintegritas," kata Ganjar sebelum menyampaikan jawaban Gubernur terhadap pandangan fraksi-fraksi terkait rencana anggaran Pemprov Jateng tahun anggaran 2022 dan usulan mengenai raperda pengolahan limbah domestik di Jawa Tengah.

Adapun terkait usulan raperda pengolahan limbah domestik itu, Ganjar menilai sebagai langkah yang baik untuk menyelesaikan masalah lingkungan.

Raperda itu juga sangat kontekstual dengan kasus Bengawan Solo.

Menurut Ganjar, peraturan mengenai pengolahan limbah domestik dapat membantu masyarakat memahami bagaimana mengelola limbah dan sampah. Tidak hanya tentang cara membuat tetapi juga cara mengelolanya.

"Contoh Bengawan Solo, itu industri besar ada, industri kecil ada, peternakan ada, semuanya. Jadi industri yang disarankan harus punya IPAL, kalau tidak bisa sendiri ya IPAL Komunal," kata Ganjar ditemui usai rapat paripurna bersama DPRD Jawa Tengah.

Pengolahan limbah juga harus disiapkan dengan baik termasuk menyiapkan teknologi tinggi. Keberadaan BRIN, kampus, dan perusahan, bisa dilibatkan dalam hal itu.

"Sudah saatnya seperti di Jawa Tengah punya pengolah sampah yang bagus. Menyelesaikan dan mengumpulkan sampah dalam jumlah cukup tinggi. Syukur-syukur dari rumah sudah bisa dipilah. Jadi Raperda ini pas. Mudah-mudahan ke depan bisa menyelesaikan persoalan lingkungan," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved