Breaking News:

Bobby Rizaldi Plt Ketua Golkar Sumsel

Plt Ketua Golkar Sumsel Dijabat Bobby Rizaldi, Pengamat Politik dari ForDes Ungkap Begini

Penunjukkan Bobby Rizaldi sebagai Plt Ketua DPP Golkar Sumsel meski cukup mengejutkan namun sosok Bobby dinilai sosok akternatif.

TRIBUN SUMSEL/ARIF BASUKI ROHEKAN
Pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) Bagindo Togar mengomentari penunjukkan Bobby Rizaldi sebagai Plt Ketua DPP Golkar Sumsel ini meski cukup mengejutkan namun sosok Bobby dinilai sosok akternatif. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menunjuk Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Bobby Rizaldi Adhityo sebagai Plt Ketua Golkar Sumsel menggantikan Dodi Reza Alex yang ditangkap KPK.

Adanya penunjukkan Bobby Rizaldi sebagai Plt Ketua DPP Golkar Sumsel ini diakui pengamat politik dari Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) ini, meski cukup mengejutkan namun sosok Bobby dinilai sosok akternatif.

"Mengejutkan tetapi sekaligus membahagiakan, akhirnya DPP Partai Golkar memberikan mandat Plt Ketua DPD Golkar Sumsel kepada Bobby A Rizaldi. Sosok alternatif yang soft, non faksi, intelektual serta sarat pengalaman," kata Bagindo Togar, Kamis (21/10/2021).

Bobby diungkpkan Bagindo, diharapkan mampu mengakomodir beragam dominasi faksi dinternal partai Golkar Sumsel, dan menormaliasi permasalahan organisasi serta memulihkan trust publik terhadap partai papan atas ini.

"Kemudian untuk 3 bulan kedepan, mengkonsolidasi instrumen juga struktur partai, untuk optimal melakasanakan Musdalub," tuturnya.

Bagindo pun menilai, meskipun beberapa hari sebelumnya ada beberapa pengurus DPD Provinsi "bertandang" ke DPP di Jakarta, ternyata akhirnya DPP menawarkan sekaligus menetapkan Bobby A Rizaldi sebagai Plt Ketua, untuk bertindak sementara sebagai Nakhoda organisasi partai berlambang pohon beringin Sumsel, yang sudah sejak lama, provinsi Sumsel dikenal sebagai lumbung suara Golkar.

"Salut terhadap DPP Partai Golkar yang peka, Humble dan cerdas mencermati kondisi, peta permasalahan maupun tantangan politik partai berlambang pohon beringin ini, paling tidak untuk merespon Pemilu serentak tahun 2024," tuturnya.

Selanjutnya diungkapkan Bagindo, wajar dab pantas bila masyarakat Sumsel berharap dalam Musdalub kelak, terpilih Ketua definitif yang memiliki type, karateristik, orientasi, kapasitas maupun gaya kepemimpinan seperti yang dimiliki oleh sosok Plt sekarang, yang mampu meredam friksi faksi, fokus untuk membesarakan partai dan sigap jadi pemenang disetiap kontestasi even atau level Pemilu.

"yang pasti faksi manapun takkan mudah untuk jadi tokoh sentral di Golkar Sumsel, karena substansi mekanisme seleksi semakin ketat. Tak ada lagi dominasi- dominasian, dan itu baik bagi perkembangan partai Golkar kedepan," tukasnya.

Beredar di Medsos, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk F Paulus (kiri) menyerahkan SK Plt Golkar Sumsel kepada Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Bobby Rizaldi Adhityo, menggantikan Dodi Reza Alex.
Beredar di Medsos, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk F Paulus (kiri) menyerahkan SK Plt Golkar Sumsel kepada Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Bobby Rizaldi Adhityo, menggantikan Dodi Reza Alex. (TRIBUN SUMSEL/ARIEF BASUKI ROHEKAN)

Sebelumnya, pasca ditetapkan tersangka dan ditahannya Ketua DPD I Golkar Sumsel, sekaligus Bupati Musi Banyuasi (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam suap proyek. Menjadikan posisi ketua partai berlambang pohon beringin provinsi Sumsel tersebut kosong.

Untuk mengisi itu, DPP Golkar dikabarkan telah menunjuk Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Bobby Rizaldi Adhityo sebagai Plt Ketua Golkar Sumsel menggantikan Dodi Reza Alex.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris DPD I Golkar Sumsel Herpanto belum bisa berkomentar banyak terkait hal itu, karena pihaknya belum mendapatkan SK penunjukkan tersebut secara resmi.

Meski begitu, ia tak memungkiri kemungkinan besar informasi terkait penunjukkan Bobby sebagai Plt yang beredar di media sosial (Medsos) kemungkinan besar benar, karena menyerahkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Lodewijk F Paulus.

"Informasinya seperti itu (sudah) namun SK DPP itu belum dikirim ke DPD Provinsi. Namun secara yang beredar di Medsos sudah ada," kata Herpanto, Kamis (21/10/2021).

Menurut Herpanto Pasca Dodi tertangkap KPK, pihaknya telah melaporkan situasi terkini DPD Golkar Sumsel, termasuk Kabupaten dan kota.

"Waktu itu sudah rapat bersama Ketua harian dan wakil ketua, dan dari itu kita melaporkan Golkar Sumsel tetap kondusif, dan hanya itu yang kita laporkan. Arahan DPP saat itu untuk menjaga soliditas dan kompak, DPP akan menerbitkan DPP dan kita tidak dikasih tahu dan baru ini beredar," paparnya.

Dijelaskan Herpanto Plt Ketua nanti ditugaskan DPP Golkar untuk segera melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dalam waktu dekat, dalam rangka mengganti ketua DPD I Golkar Sumsel yang bermasalah hukum saat ini.

"Sesuai aturan, Plt ini menggantikan ketua lama (Dodi) melaksanakan tugas- tugas ketua, dimana tugas utamanya mengantarkan Musdalub yang memilih ketua dan kepengurusan baru, maka tugas Plt selesai, dan tergantung arahan DPP, biasanya sesuai AD/ART dalam kurun waktu tiga bulan," tandasnya.

Herpanto memastikan, program- program partai berlambang pohon beringin di provinsi Sumsel tetap berjalan saat ini, meski ketua lama Dodi Reza ditahan KPK.

"Termasuk verifikasi faktual program itu tetap jalan, artinya kita tetap bekerja saat ini melakukan verifikasi internal, audit organisasi tetap jalan, sesuai kriteria yang diminta KPU, jadi program partai Golkar tetap jalan," tukasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bobby Rizaldi Jabat Plt Ketua DPD Golkar Sumsel Gantikan Dodi Reza

Sementara Bobby sendiri yang hendak dikonfirmasi hal tersebut belum merespon, saat wartawan Tribun Sumsel menelpon atau menghubungi lewat whaaappsnya.

Sebelumnya, Bupati Musi Banyuasi (Muba) sekaligus Ketua DPD I Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin resmi ditetapkan oleh KPK sabagai tersangka.

Hal tersebut tak lepas lantaran, ia terlibat kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur, Sabtu (16/10/2021).

Adapun Dodi Reza Alex Noerdin dijanjikan uang Rp 2,6 Miliar sebagai fee proyek di dinas PUPR Muba.

Selain Dodi, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya, yaitu Herman Mayori (HM) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU) Kepala Bidang SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, dan Pemberi suap Suhandy (SUH), swasta, Direktur PT Selaras Simpati Nusantara.

Baca berita lainnya langsung dari google news. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved